Follow our news chanel

Empat orang Bougainville selamat setelah 32 hari hilang di laut

Rumah Sakit Rujukan Nasional (NRH) di Honiara, Kepulauan Solomon. - RNZI/Koroi Hawkins
Empat orang Bougainville selamat setelah 32 hari hilang di laut 1 i Papua
Rumah Sakit Rujukan Nasional (NRH) di Honiara, Kepulauan Solomon. – RNZI/Koroi Hawkins

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Empat dari 12 orang warga Buka di Bougainville yang kapalnya terbalik dan hanyut di laut sejak Desember 2019, telah diselamatkan oleh kapal nelayan setelah terombang ambing selama lebih dari satu bulan.

Pada Sabtu (8/2/2020), setibanya mereka di Pelabuhan Internasional Kepulauan Solomon, korban kemudian diangkut segera ke Rumah Sakit Rujukan Nasional (NRH), untuk menerima perawatan medis setelah menghadapi bencana yang mengerikan di laut.

Dari pengamatan di rumah sakit, keempat korban dilaporkan dalam keadaan lemah dan kehilangan banyak berat badan setelah mereka diperiksa oleh perawat di NRH.

Korban yang selamat termasuk seorang perempuan dan anak perempuannya berusia sekitar 12 tahun, seorang laki-laki muda berusia 20-an, dan seorang lelaki dewasa lainnya bernama Dominic Stally.

Stally, yang merupakan satu-satunya korban selamat yang masih cukup kuat untuk berbicara, menceritakan mereka meninggalkan Buka pada 22 Desember, untuk merayakan Hari Natal di Kepulauan Carteret, ketika insiden itu terjadi.

Stally mengisahkan ketika perahu mereka terbalik, beberapa dari mereka hilang di tempat, sementara beberapa korban lainnya terus berenang dengan perahu itu. Mereka lalu berhasil mengeluarkan semua air dari dalam kapal, dan kembali naik ke kapal sebelum mereka terus terapung-apung.

Loading...
;

Berbicara dengan penuh haru, dan belum sepenuhnya pulih dari pengalamannya itu, Stally tidak bisa menjabarkan semua yang telah terjadi karena dia tidak siap mengingat semua yang terjadi. Namun, dia mengungkapkan itu adalah saat-saat yang menyedihkan bagi mereka, terutama setelah menyaksikan beberapa dari mereka hilang dan meninggal di kapal.

“Kita tidak bisa melakukan apa-apa dengan mayat mereka. Kita harus melepaskan mereka di laut. Satu pasangan juga meninggal dan meninggalkan bayi mereka, dan saya memegang bayi itu, dan kemudian bayi itu juga meninggal dunia.

“Saya benar-benar menyesal, tetapi tidak ada apa-apa lagi yang bisa saya lakukan untuk menyelamatkan keluarga itu,” sesalnya.

Menurut Stally, banyak kapal yang mereka yakini sebagai kapal penangkap ikan melewati mereka, tetapi karena jaraknya yang terlalu jauh, mereka tidak bisa mendekati kapal-kapal itu.

Akhirnya pada  23 Januari 2020, satu kapal penangkap ikan yang berlayar ke arah mereka menemukan dan menyelamatkan mereka.

“Kita diselamatkan oleh kapal nelayan dekat Kaledonia Baru dan kita diberikan makan di kapal itu, sampai kita turun di sini di Honiara. Kita menghabiskan sekitar seminggu di kapal penangkap ikan sebelum berlabuh di sini,” tuturnya.

Stally menambahkan mereka bisa bertahan hidup dengan memakan kelapa yang mengambang, dan meminum air hujan menggunakan mangkuk yang juga digunakan untuk mengeluarkan air laut dari kapal.

Sementara itu, Komisaris Tinggi PNG di Kepulauan Solomon, John C. Balavu, telah bertemu dengan mereka di Rumah Sakit Rujukan Nasional.

Balavu berkata Minggu kemarin (9/2/2020), ia berencana mencari pakaian bersih untuk korban sambil menanti hasil pemeriksaan, sebelum mengembalikan mereka ke rumah mereka di Bougainville. (Solomon Star News)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top