Follow our news chanel

Enam pelajar di Wamena ditangkap polisi pasca demonstrasi

Ilustrasi pengungsi di Polres Jayawijaya - Jubi. Dok
Enam pelajar di Wamena ditangkap polisi pasca demonstrasi 1 i Papua
Ilustrasi pengungsi di Polres Jayawijaya – Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi Ahmad Mustafa Kamal menyatakan, sebanyak enam pelajar ditangkap untuk diperiksa polisi, pasca demonstrasi yang berujung amuk massa di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada 23 September 2019.

“Sudah enam orang ditangkap di Wamena dan masih diperiksa lebih lanjut. Kita tunggu perkembangannya. Semua adalah pelajar,” kata Kombes Pol A.M. Kamal dalam keterangan persnya, Rabu (25/9/2019).

Menurutnya, dari pendataan terakhir yang dilakukan polisi korban meninggal dunia sebanyak 29 orang, korban luka sebanyak 76 orang, sebanyak 80 unit mobil dan 30 sepeda motor terbakar (dirusak), sebanyak 150 rumah serta ruko terbakar, dan lima kantor pemerintahan terbakar.

“Kantor bupati, PLN, kantor kejaksaan, kantor urusan agama dan kantor BLH, ini untuk perkantoran yang dibakar. Ada beberapa kantor lagi yang dirusak. Dilempar maupun dipukul menggunakan benda keras,” ujarnya.

Katanya, situasi di Kota Wamena berangsur kondusif. Masyarakat juga mulai beraktivitas seperti biasa. Namun masih ada sekitar 2.000 lebih warga memilih mengungsi di Polres, Kodim, rumah ibadah dan kantor DPRD Jayawijaya.

“Kemarin ada enam warga yang luka dirujuk ke Jayapura untuk pengobatan lebih lanjut karena di sana gangguan PLN (listrik), sehingga dokter tidak bisa melakukan operasi. Sementara korban meninggal dunia, baru lima orang yang kemarin dievakuasi dari Wamena ke Jayapura. Tadi pagi kelima jenazah sudah diantar ke alamat tujuan (diserahkan ke pihak keluarga,” ucapnya.

Loading...
;

Sementara, satu diantara warga Wamena yang dihubungi Jubi, Helmi Rakan mengatakan, hingga kini ia masih mengungsi sementara waktu di Polres Jayawijaya bersama warga lainnya karena khawatir terjadi hal-hal tak diinginkan.

“Apalagi saya memiliki dua anak. Yang satu berusia dua tahun dan yang lainnya berusia satu tahun lebih,” kata Helmi.

Warga Hom-Hom Wamena itu berharap, situasi Kota Wamena segera pulih seperti semula dan kejadian serupa tidak terulang. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top