Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Erdogan dan Trump bersepakat untuk sejumlah isu di Libya

endorgan, Papua
Recep Tayyip Erdogan - Antara/Reuters.
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Ankara, Jubi – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan dirinya membahas konflik di Libya dengan Presiden AS Donald Trump dalam percakapan telepon pada Senin (8/6/2020). Kedua pemimpin negara itu bersepakat atas sejumlah isu terkait hal tersebut.

“Era baru antara Turki dengan AS barangkali dimulai usai percakapan telepon kami. Kami bersepakat untuk beberapa persoalan,” ujar Erdogan dalam sebuah wawancara dengan lembaga penyiaran publik Turki, TRT.

Baca juga : Erdogan khawatirkan masa depan Timur Tengah

Erdogan dan Trump bersepakat untuk sejumlah isu di Libya 1 i Papua

Presiden Erdogan sambut baik kematian pemimpin ISIS

Pemilu Turki, partai Erdogan ajukan keberatan

Dalam sebuah pernyataan dari Gedung Putih, disebutkan bahwa Trump dan Erdogan membahas perang di Libya, juga Suriah dan wilayah Mediterania bagian timur, namun tidak memberikan detail lebih lanjut.

Turki mendukung pemerintahan GNA Libya di bawah Perdana Menteri Fayez al-Sarraj yang diakui secara internasional, yang dalam beberapa pekan terakhir dipukul mundur dari Ibu Kota Tripoli oleh pasukan Khalifa Haftar–didukung oleh Uni Emirat Arab (UAE), Mesir, dan Rusia.

Loading...
;

Sementara itu Mesir telah menyerukan gencatan senjata yang dimulai pada hari yang sama, sebagai bagian dari inisiatif untuk mengajukan usulan soal dewan pimpinan Libya melalui pemilihan. Rusia dan UAE juga mendukung usulan tersebut.

Namun Erdogan sendiri menyebut GNA akan tetap berjuang untuk dapat menguasai wilayah kota pesisir Sirte dan pangkalan udara Jufra, yang merupakan kawasan strategis di negara pengekspor minyak tersebut.

“Sekarang tujuannya adalah untuk mengambil alih seluruh wilayah Sirte dan menyelesaikan hal itu. Area ini mempunyai ladang minyak, dan amat sangat penting,” kata Erdogan.

Ia juga mengatakan akan membahas keikutsertaan Rusia dalam konflik di Libya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, termasuk perihal pengiriman pasokan pesawat dan rudal Pantsir-S1 dari pertahanan udara Rusia kepada pasukan Haftar.

“Mereka memiliki Pantsir, mereka juga mengirim 19 pesawat perang ke Libya. Dan setelah berbicara dengan Putin, kita baru dapat merancang rencana ke depan,”katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top