Follow our news chanel

Previous
Next

Festival Film Papua III dapat respons positif LMA Malamoi Sorong

Ketua LMA Malamoi Sorong, Silas Kalami, saat menyerahkan hadiah kepada Monaliza Upuya yang menyutradarai film: 30 Tahun su Lewat, juara dua dalam ajang FFP III – Jubi/Yulan
Festival Film Papua III dapat respons positif LMA Malamoi Sorong 1 i Papua
Ketua LMA Malamoi Sorong, Silas Kalami, saat menyerahkan hadiah kepada Monaliza Upuya yang menyutradarai film: 30 Tahun su Lewat, juara dua dalam ajang FFP III – Jubi/Yulan

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sorong, Jubi – Penyelenggaraan Festival Film Papua (FFP) III tahun ini di tanah Moi mendapat sambutan hangat masyarakat setempat. Bahkan, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Malamoi, Kabupaten Sorong, berkomitmen memberikan Gedung Keik LMA Malamoi menjadi tempat penyelenggaraan FFP di tahun-tahun mendatang.

Setelah menyaksikan penyelenggaraan FFP III, 5-9 Agustus 2019 di “Rumah” orang Moi: Keik LMA Malamoi di Kabupaten Sorong, Papua Barat, Ketua LMA Malamoi, Silas Kalami, mengapresiasi anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Papuan Voices—komunitas pembuat film dokumenter—yang telah menyelenggarakan festival tersebut.

Bagi Silas Kalami, film-film yang dibagi dalam tiga tema: perempuan dan kebudayaan; perempuan dan perannya dalam pembangunan; serta perempuan dan lingkungan hidup—itu sangat berkaitan dengan situasi yang sedang dialami masyarakat asli Sorong: suku Moi, saat ini.

Cerita dalam film-film itu, menurutnya, seolah mengingatkannya tentang pentingnya melindungi masyarakat adat, budaya, dan lingkungan yang semuanya saling berkaitan.

Kalami berharap kegiatan serupa dapat dilakukan setiap tahun di tanah Malamoi.

“Walaupun tahun depan nanti Papuan Voices bikin (selenggarakan FFP) di kota lain, kita di sini (Sorong) harus bikin juga. Saya siap berikan “rumah” ini (Keik LMA Malamoi) untuk dipakai,” ucap Kalami, saat memberikan sambutan penutupan FFP III, Jumat (9/8/2019) malam.

Loading...
;

Ia juga meminta salinan film-film dokumenter yang telah berkompetisi.

“Mudah-mudahan film-filmnya diperbanyak dan diberikan kepada kami, karena kami akan bawa ke kampung-kampung supaya masyarakat juga lihat (tonton), supaya mereka yang merasakan kerusakan lingkungannya, mereka yang mengalami penindasan, dan mereka yang tanah adatnya dirampas, bisa nonton langsung,” katanya.

Festival Film Papua III dapat respons positif LMA Malamoi Sorong 2 i Papua
Stand milik komunitas mama-mama dari Kampung Noken “Wok”. Semua masih menggunakan bahan-bahan asli dari alam – Jubi/Yulan

Dalam penutupan FFP III, yang juga dihadiri perwakilan pemerintah daerah itu, Kalami mengingatkan kembali bahwa masyarakat Sorong telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang pengakuan atas masyarakat adat di Sorong.

“Semoga Bapak, Ibu, legislatif bisa bekerja sama dengan pemerintah untuk melindungi hak-hak masyarakat adat Papua, khususnya di Sorong,” ujarnya.

Kabupaten Sorong menjadi salah satu daerah di Tanah Papua yang sebagian besar tanah masyarakat adatnya sudah beralih kepemilikan ke investor.

Nada penuh kecemasan akan hilangnya tradisi masyarakat suku Moi pun diungkapkan Asisten III Bupati Kabupaten Sorong, Nikolas Osok.

“Masih adakah generasi muda saat ini yang bisa anyam noken? Atau yang bisa ramas sagu? Saya cari anak muda untuk tokok sagu saja susah, hanya ada orang-orang tua. Budaya ini akan hilang satu per satu. Noken asli akan hilang diganti karung, karena tidak ada lagi yang belajar untuk pertahankan tradisi ini,” ujar Osok.

Untuk menjaga tradisi itu, Osok mendorong generasi muda untuk mencintai dan menjalani tradisi masing-masing yang masih dilakukan orangtuanya. Upaya melestarikan itu juga dapat dilakukan melalui pendokumentasian.

“Sebagai orang Papua kita wajib melestarikan budaya. Diharapkan lewat film-film ini, seni visual, dapat memberikan informasi bagi pemuda pemudi Papua,” katanya.

Festival Film Papua III dapat respons positif LMA Malamoi Sorong 3 i Papua
Foto bersama tiga pemenang film terbaik pada ajang FFP III – Jubi/Yulan

Sementara itu, mewakili panitia FFP III, Max Binur, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival tersebut.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pendukung utama FFP III: Tifa Foundation, Pusaka, Jubi, atas dukungannya sehingga FFP terlaksana dengan sukses,” katanya.

“Terima kasih juga buat Ketua LMA Malamoi Sorong yang telah mendukung penuh kegiatan Festival Film Papua di Gedung Keik LMA Malamoi. Juga berbagai pihak yang tidak dapat disebut satu per satu. Atas nama panita, kami sampaikan hormat yang tulus dan terima kasih yang tulus buat semuanya.” (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top