HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Festival Siklop dan masa depan sumber air

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Dalam rangka penyelenggaraan Festival Siklop tahun 2018  dengan tema ‘Selamatkan Siklop untuk kehidupan ini’ digelar focus group discussion (FGD) di aula Korem 172/PWY, Padangbulan, Kota Jayapura, Rabu (6/12/2018).

Perwakilan BKSDA Provinsi Papua, Askari Daeng Masuki, dalam sambutannya mengatakan pegunungan Siklop ditetapkan pemerintah sebagai cagar alam di Kota dan Kabupaten Jayapura.

“Cagar alam Siklop adalah penyanga lingkungan dan perlindungan keanegaragaman hayati. Kita harus punya komitmen bersama untuk menjaga hutan Siklop,” kata Askari Daeng Masuki.

Melalui FGD ini, kata Askar, akan dicari solusi terkait penyelamatan hutan Siklop yang kian hari kerusakan kian masif. Hutan Siklop sudah berubah menjadi ladang dan kebun masyarakat.

FGD ini melibatkan stakeholder di bidang lingkungan untuk menyampaikan berbagai pandangan yang berbeda terkait penyelamatan hutan Siklop.

BKSDA Provinsi Papua sudah memiliki tim dari daerah yang berada di sekitar pegunungan Siklop. Dari lima daerah itu direkrut 15 orang untuk pengawasan hutan di cagar alam Siklop.

Loading...
;

Perwakilan Lestari Papua, Deddy Rickson, mengatakan tahun 2018 ini tingkat berburuan terhadap spesies hewan dilindungi di cagar alam Siklop menurun. Ini karena tingkat pemahaman masyarakat sudah cukup bagus dan ada larangan dari ondoafi dan pemerhati cagar alam Siklop.

Hidrologi air dari pegunungan Siklop sekitar 128 ribu meter kubik mengalir ke Danau Sentani dan sebagian lagi mengalir ke laut. Pengukuran dilakukan pada saat musim kemarau.

Hutan Siklop yang masih utuh sekitar 3,7 ribu hektar dan yang rusak sekitar 7 persen setiap tahunnya. Kerusakan ini disebabkan pertanian masyarakat dan penebangan pohon.

Berdasarkan hasil survey di lapangan, deforestasi yang terjadi dari tahun 2013-2015 sekitar 250 ribu hektar, sedangkan dari tahun 2015-2017 adalah 32,46 ribu hektar. Diprediksi, jika masyarakat makin masif melakukan pembukaan lahan, kerusakan hutan Siklop akan terus bertambah setiap tahunnya.

Perwakilan dari Universitas Cenderawasih Jayapura dalam penjelasaanya menyatakan yang perlu diperhatikan adalah pemberi izin atau ondoafi setempat. Karena dalam penelitian yang dilakukan mahasiswa Uncen, penebangan hutan dilakukan karena mendapatan izin dari pemilik ulayat.

Hal lain yang perlu dilakukan adalah pembenahan serta penyelamatan sumber-sumber air yang berada di pegunungan Siklop adalah dengan melibatkan semua stakeholder dan menggambil komitmen untuk anak cucu nantinya. (*)

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top