TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Fiji diserang Ana, serangan siklon kedua dalam sebulan

Angin kencang dan banjir yang disebabkan oleh Siklon Tropis Ana telah merusak berbagai infrastruktur penting di seluruh Fiji. - Fiji NDMO

Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Satu orang telah meninggal dunia dan lima orang lainnya, termasuk seorang anak laki-laki berusia tiga tahun, masih hilang setelah Siklon Tropis Ana menerjang Fiji pada Minggu (31/1/2021), kurang lebih satu bulan setelah Siklon Tropis Yasa dengan kategori 5 menghancurkan pulau-pulau di utara negara tersebut.

Dua siklon lagi sedang terbentuk di lepas pantai Fiji, dan musim siklon masih akan berlangsung hingga tiga bulan dari sekarang.

Lebih dari 10.000 orang masih bernaung di pusat-pusat evakuasi darurat setelah hujan lebat dan angin kencang yang menyebabkan banjir serta kerusakan yang meluas pada bangunan, kebun, serta infrastruktur umum. Sebagian besar daerah di negara itu juga tidak memiliki akses ke listrik sejak Minggu, dan ada juga laporan gangguan pada akses air bersih.

Polisi dapat dilihat melakukan patroli di pusat-pusat kota dengan menggunakan perahu fiberglass saat hujan deras, disertai dengan air pasang tinggi, melampaui kapasitas sistem drainase. Petugas juga menyelamatkan dua bayi setelah sebuah pohon tumbang di rumah dimana mereka berlindung.

“Siklon Tropis Ana, (siklon) yang kedua dalam satu bulan telah meninggalkan Fiji – meninggalkan proses pemulihan yang sulit,” ungkap Duta Besar Fiji untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Satyendra Prasad. “Dari kisah pribadi saya, untuk pertama kalinya dalam sejarah keluarga kami, perahu datang sampai ke jalan rumah ibu saya untuk melakukan penyelamatan. Kami sudah tinggal di sana sejak 1921. Fiji akan kembali bangkit.”

Perdana Menteri Frank Bainimarama, yang sangat vokal tentang dampak perubahan iklim terhadap pulau-pulau Pasifik, mengatakan “diperkirakan masih akan ada satu lagi siklon setelah Ana… itu bisa jadi tiga siklon yang melanda Fiji hanya dalam waktu sebulan.”

“Hari ini, prioritas saya adalah keselamatan warga Fiji – tetapi seluruh dunia perlu bangun dan menjawab pertanyaan mengapa hal ini bisa terjadi.”

Seorang anak laki-laki berusia tiga tahun hilang di dekat Lautoka, di pulau Viti Levu, setelah dia pergi bersama kakeknya untuk memeriksa sebuah kapal yang terjebak di hutan bakau.

Jumlah korban diperkirakan masih akan naik mengingat pihak berwenang masih melakukan penilaian kerugian, dan berupaya mencapai daerah-daerah terpencil yang terputus oleh air banjir, di hari-hari mendatang.

Kantor Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Office/ NDMO) Fiji mengatakan kali ini 10.259 orang mengungsi di 318 pusat evakuasi di seluruh negeri itu, termasuk diantaranya 5.776 orang di divisi utara Fiji yang sebelumnya diserang oleh Yasa.

Masih ada tiga bulan lagi hingga musim siklon Fiji, yang berlangsung dari November hingga April, berakhir.

Sementara itu, disadur dari RNZ International, Kaledonia Baru sedang bersiap-siap untuk datangnya Siklon Tropis Lucas. Data terakhir menunjukan Lucas berkategori 2 dan diperkirakan akan memasuki daerah Kepulauan Loyalitas malam ini (2/2/2021). (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us