Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

FKUB Papua gelar seminar membahas Dokumen Abu Dhabi

Foto ilustrasi, kerukunan umat beragama. – pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Forum Kerukunan Antar Umat Beragama atau FKUB Provinsi Papua menggelar seminar membahas Dokumen Abu Dhabi di di Aula Sekolah Tinggi Teologi dan Filsafat IS Kijne Kota Jayapura, Selasa (4/2/2020). Seminar itu dihadiri para tokoh agama Katolik, Kristen Protestan, Islam, Hindu, dan Budha di Jayapura.

Uskup Jayapura, Mrg Leo Laba Ladjar OFM mengatakan Dokumen Abu Dhabi adalah dokumen yang ditandatangani oleh Paus Fransiskus bersama Imam Besar Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4 Februari 2019. Uskup menyatakan dokumen itu mendorong pespektif untuk beragama untuk saling mengasihi dan membangun persaudaraan.

“Persaudaraan yang dimaksud bukan saja [persaudaraan di antara] sesama manusia, tetapi [juga persaudaraan] dengan alam semesta, ciptaan yang [ada] di bumi. Manusia memiliki martabat. Oleh karena itu, hidup untuk menjaga persaudaraan antara satu dengan yang lainnya,” kata Uskup.

Uskup menyatakan Dokumen Abu Dhabi mendorong agar agama ditafsirkan secara baik, di mana agama untuk menyebah kepada Allah, mengantar umat manusia kepada Allah, memuliakan Allah, dan bukan untuk bertindak memerangi orang lain.

“Kehidupan manusia harus dihormati dari awal sampai akhir, supaya tidak ada hal yang merusak kehidupan manusia. Kita manusia adalah saudara, dan agama kita juga harus ditafsirkan dari aspek persaudaraan,” ujar Uskup.

Menurutnya, dialog antar umat beragama penting untuk mewujudkan rasa saling menghormati, sehingga perbedaan agama tidak menjadi alasan untuk bertengkar. “Alam semesta harus dimanfaatkan dengan baik dan adil, supaya menunjang keadilan, sehingga yang miskin dan berkekurangan mendapat keselarasan, kesamaan dan keadilan,” ujarnya.

Loading...
;

Tokoh Islam di Papua, Eko Siswanto mengatakan Dokumen Abu Dhabi itu merupakan wujud kebersamaan diantara dua tokoh lintas agama. Umat beragama di Papua beragaman, dan umat Islam di Papua senantiasa berupaya membumikan Islam sebagai rahmat bagi semua kehidupan di Tanah Papua.

“[Kita ingin] mewujudkan misi yang sama. Yaitu terwujudnya kedamaian dan kerukunan antara agama di Bumi Cenderawasih,” kata Eko.

Eko berharap isi Dokumen Abu Dhabi itu dapat diterapkan di Papua, sehingga kehidupan di Papua tetap aman, nyaman, dan damai, serta bersyukur kepada Tuhan. “Perlu komitmen dari semua tokoh lintas agama di Papua untuk menjaga sekaligus membumikan kebersamaan dan kedamaian di Tanah Papua,” ujar Eko.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top