Loading...

TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Flu burung di AS lebih banyak ditemukan pada unggas liar

Flu Burung, Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Chicago, Jubi – Flu burung di Amerika Serikat lebih banyak ditemukan pada unggas liar, hal itu mengacu temuan departemen pertanian Amerika Serikat (USDA) pada Selasa (18/1/2022) kemarin melaporkan dua tambahan kasus flu burung yang sangat patogen pada unggas liar.

Pada Jumat (14/1/2022) lembaga itu melaporkan kasus pertama dari jenis virus Eurasia H5 sejak 2016, hal itu meningkatkan risiko potensi infeksi pada unggas peliharaan, sedangkan ketiga kasus flu burung tersebut adalah jenis H5N1.

Virus flu burung H5N1 telah menyebabkan gelombang wabah flu burung pada unggas di seluruh Eropa dan Asia. H5N1 adalah salah satu dari sedikit jenis flu burung yang telah menular ke manusia, meskipun pejabat AS mengatakan ada risiko rendah untuk menular kepada manusia dalam kasus flu burung pada unggas yang dikonfirmasi pada Jumat.

Baca juga : Ribuan bangau di Israel mati akibat flu burung
Wabah flu burung ditemukan dekat perbatasan Lebanon Israel
Penularan flu burung ke manusia di Cina naik ahli waspadai varian baru

Kasus infeksi ini mengejutkan karena jarang ada (flu burung) strain Eurasia yang sampai ke Amerika Utara, kata Carol Cardona, profesor kesehatan unggas di Universitas Minnesota.

“Virus flu burung cenderung menetap di belahan bumi tempatnya muncul,” kata Cardona, dikutip Antara dari Reuters, rabu, (19/1/2022).

Cardona mengatakan produsen unggas perlu memastikan virus tidak dapat masuk ke peternakan mereka. “Peternak unggas akan sibuk musim semi ini. Mereka harus memeriksa pintu dan jendela setiap hari, dua kali sehari, 10 kali sehari,” ujar Cardona menambahkan.

Kasus terbaru flu burung H5N1 di AS itu ditemukan di Colleton County, Carolina Selatan, tepatnya  pada bebek liar. Selain itu, kasus serupa juga ditemukan di Hyde County di Carolina Utara.

Burung-burung liar dapat menularkan flu burung satu sama lain atau ke unggas ternak melalui kontak langsung dan melalui bulu atau kotorannya.

“Temuan ini tidak terduga karena burung liar dapat terinfeksi HPAI (flu burung yang sangat patogen) dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Mereka bisa membawa penyakit ke daerah baru saat bermigrasi,” kata USDA.

USDA menyarankan peternak unggas untuk meninjau langkah-langkah keamanan untuk memastikan kesehatan ternak mereka dan mengimbau warga untuk mengenakan sarung tangan saat berhadapan dengan burung liar. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us