Follow our news chanel

Gagal gugat pemilu 2017, kerusuhan di PNG memburuk

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Mendi, Jubi – Kerusuhan yang meluas di Provinsi Pegunungan Selatan Papua Nugini (PNG), digambarkan sebagai masalah politik yang memerlukan kepemimpinan kuat, agar tidak semakin memburuk.

Pemerintah PNG telah menyatakan keadaan darurat atas provinsi tersebut Jumat lalu (19/6/2018), sehari setelah massa mengamuk di ibu kota provinsi, Mendi, dan menghancurkan satu pesawat dari maskapai komersial, Air Niugini, serta membakar gedung pengadilan setempat, rumah gubernur. dan sejumlah bangunan lainnya.

Kerusuhan ini dipicu oleh putusan pengadilan minggu lalu, yang mempertahankan kemenangan cagub terpilih, William Powi, atas pemilihan Gubernur Provinsi Pegunungan Selatan tahun 2017 lalu, menimbulkan kemarahan dan amukan pendukung cagub yang tidak berhasil memenangkan pengajuan gugatan banding mereka.

Untuk memenuhi ketentuan keadaan darurat, Pemerintah PNG telah memerintahkan pengerahan angkatan bersenjata ke Mendi, agar bisa memulihkan ketertiban dan mengembalikan keamanan. Pemerintah juga telah menangguhkan pemerintah provinsi.

Walaupun kota Mendi telah lebih aman Senin kemarin (18/6/2018), Komandan Polisi di Mendi, Gideon Kauke mengatakan masih ada potensi kerusuhan untuk terulang kembali.

“Pendukung kedua calon gubernur memiliki banyak stok senjata api dan senapan, sementara kita tidak ingin terlibat dalam baku tembak, jadi saya sudah memerintahkan agar tidak yang menggunakan senjata api.”

Loading...
;

Sebelumnya, mantan pejabat Kepolisian PNG, Thomas Eluh, telah ditunjuk untuk memimpin operasi darurat di Pegunungan Selatan sembilan bulan. Eluh diangkat sebagai pelaksana tugas administrator provinsi itu akhir tahun lalu.

“Ada beberapa faksi di sana sini, terutama mereka yang berpihak pada politisi tertentu,” kata Eluh.

Eluh menjelaskan bahwa pendekatan yang akan dia gunakan, akan mendorong dan menjembatani pembicaraan antara faksi-faksi politik yang berlawanan. Alih-alih menggunakan kekerasan, Eluh menjelaskan bahwa dia ingin masyarakat terlibat dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan.

Perdana Menteri Peter O'Neill mengadakan konferensi pers, dengan para cagub Provinsi Pegunungan Selatan dan pemimpin lainnya di Port Moresby Minggu kemarin (17/6/2018), dimana dia mensinyalir bahwa kerusuhan itu adalah hasil provokasi ‘beberapa individu’. (RNZI)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top