HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Galanita Persipura Tolikara lepas takhta dan soroti kepemimpinan wasit

Dual pemain Galanita Persipura Tolikara dan Bali United pada pertandingan yang berkesudahan 1-1 – Jubi/dok Persipura putri

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Dominasi tim gabungan sepak bola wanita (Galanita) Persipura Tolikara sejak kick off kompetisi Liga 1 Putri 2019 pada 6 Oktober lalu, akhirnya tergusur.

Adalah Arema yang berhasil menggeser superior srikandi Mutiara Hitam usai mencatat kemenangan besar (4-0) atas PSM Makassar, di Gelora Samudra Kuta, Bali, Rabu (23/10/2019).

Empat gol kemenangan Arema dicetak Sheva Imut Furyzcha pada menit ke-10 dan 23′, serta Anisya Widyawati (55′ dan 74′). Kemenangan juga diraih Bali United usai menaklukkan Persebaya dengan skor 1-0.

Gol tunggal dicetak Hamida Kurnia Dwi pada menit ke-47. Kartini Serdadu Tridatu terus membayangi Arema dan Persipura di posisi ketiga dengan nilai 11.

Kemenangan ini membuat Arema mengoleksi poin 18, unggul dua angka dari Persipura yang kini berada di posisi kedua dengan poin 16.

Persipura turun takhta dengan mengumpulkan 16 poin dari 7 kali bertanding, 5 kali menang, sekali seri dan sekali kalah agregat gol (16-5).

Loading...
;

Juru kunci masih dipegang Persebaya yang belum pernah menang dari enam pertandingan dengan total 19 kebobolan dan baru mencetak satu gol.

Samuel Weya, pelatih Persipura Tolikara, menyatakan, kepemimpinan wasit merusak mental pemainnya. Ia mengevaluasi gol pertama tuan rumah murni adalah pelanggaran.

“Lagi-lagi kami sangat dirugikan kepemimpinan wasit. Gol pertama tuan rumah, bola sudah diamankan kiper, namun pemain lawan sengaja menabrak kiper kami, bola terlepas dan masuk garis gawang. Itu jelas-jelas pelanggaran, tapi wasit mensahkan gol,” Samuel Weya mengevaluasi.

Samuel bilang kejadian pada pertandingan itu dilaporkan pihaknya kepada Komdis PSSI. Dimana wasit yang ditugaskan benar-benar bisa melaksanakan tugas dengan fair, tanpa harus merugikan tim lain.

Weya mengakui pada seri kedua di Bali, timnya kesulitan lapangan latihan dan hal itu sangat mengganggu persiapan tim.

“Putaran kedua di Bali, kami sangat susah untuk mendapatkan lapangan latihan. Setiap hari pemain hanya ditempa fisik saja, untuk latihan sentuhan bola serta taktik kami tidak lakukan karena tidak adanya lapangan,” ujarnya.

Samuel menyatakan tim optimis mendulang kemenangan di laga terakhir saat berjumpa PSM Makassar Putri di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Jumat (25/10/2019) mendatang.

“Sentuhan pemain sudah bermain bagus, hanya saja wasit yang selalu merusak mental pemain. Laga terakhir bersok (Jumat) kami optimis memenangkan pertandingan untuk menjaga peluang lolos empat besar,” katanya.

Sementara juru taktik Arema Alief Syafrizal mengaku bersyukur atas kemenangan anak asuhnya di laga kontra Persipura. Hanya saja, menurutnya, masih ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan pemain mampu menterjemahkan itu dalam pertandingan lawan PSM.

Pelatih asal Grasik itu menilai pasukannya masih punya masalah konsentrasi dan organisasi saat kehilangan bola. Selain itu, Windi Ayu Puspitasari dan kawan-kawan juga masih mudah terpancing emosi, karena wasit seringkali salah dalam mengambil keputusan.

“Keputusan wasit yang salah itu tentu merugikan kami. Tentu menjadi evaluasi bagi saya juga. Bagaimana caranya saya dapat menenangkan anak-anak, menghargai setiap keputusan wasit. Lebih baik tetap fokus pada permainan tim sendiri,” katanya.

Arema optimis dan komitmen menjaga posisi pemuncak klasemen grup B dengan mamatok kemenangan saat berjumpa sesama wakil Jawa Timur, Persebaya Surabaya pada pertandingan, Jumat (25/10/2019). (*)

Editor: Jean Bisay

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa