Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Gara-gara korona, mahasiswa Papua yang studi di China harus kuliah daring

Papua
Mahasiswa studi China saat pertemuan bersama BPSDM Papua di Jayapura, Rabu (17/6/2020) - Jubi/BPSDM Papua

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi –  Pemerintah Provinsi Papua telah memulangkan 27 mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di China pada Januari 2020, akibat covid-19 atau virus korona.

Selama 5 bulan berada di Jayapura, puluhan mahasiswa yang kuliah di berbagai universitas di negeri Tirai Bambu itu tetap menjalani perkuliahan dan ujian secara daring atau online.

Saat ini mereka mengikuti proses perkuliahan di Liaoning University, Shenyang Aerospace University, Chongqing University, Jiangxi University TCM, Sichuan University di Chengdu dan Zhejiang University di Hangzhou.

Gara-gara korona, mahasiswa Papua yang studi di China harus kuliah daring 1 i Papua

“Pemerintah memulangkan kami ke Papua karena pandemi korona. Walaupun kami di Papua selama 5 bulan lebih, kami tetap kuliah dan ujian menggunakan media aplikasi online yang ditetapkan masing-masing kampus,” kata Bertha Logowan, mahasiswi kedokteran Jiangxi University of Traditional Chinese Medicine, saat pertemuan dengan Badan Pengelola Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua di Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat), Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Rabu (17/6/2020).

Pada pertemuan tersebut, sejumlah mahasiswa juga melaporkan perkembangan studi mereka termasuk dokumen-dokumen seperti Visa dan lainnya perlu diperbaharui sebelum kembali ke China.

“Kami semua mengikuti ujian dan kuliah secara online dengan aplikasi Zoom maupun aplikasi di China seperti Superstar dan lainnya. Kami juga melaporkan dokumen seperti visa yang perlu diperbaharui,” tambah Billy G.D, mahasiswa Shanxi Medical University (SXMU).

Kepala BPSDM Papua, Aryoko AF Rumaropen mengatakan, pertemuan dengan mahasiswa Papua studi China untuk memonitoring sekaligus mengecek perkembangan perkuliahan mereka.

Loading...
;

“Dan dari laporan mahasiswa dan cross check ke masing-masing kampus, anak-anak kita ternyata tetap menjalani kuliah dan ujian secara online. Proses belajar mengajar tetap berlangsung dan cukup efektif,” katanya.

Selain memantau perkembangan perkuliahan mahasiswa China, BPSDM Papua juga telah memanggil siswa-siswi Papua yang telah lulus di sekolah tingkat SMU di Amerika untuk dipersiapkan mengikuti kelas internasional gelombang kedua di Papua Language Institute (PLI).

Terkait dokumen visa dan beasiswa, Kepala BPSDM mengatakan seluruh dokumen-dokumen dan persyaratan untuk mahasiswa yang akan kembali ke kampus masing-masing di China difasilitasi langsung BPSDM.

Rumaropen menginformasikan bahwa BPSDM telah menyalurkan beasiswa ke seluruh mahasiswa di dalam maupun luar negeri termasuk biaya hidup.

“Hingga Juni 2020, beasiswa sudah dibayar termasuk biaya hidup mahasiswa. Sedangkan dokumen visa kemudian dokumen persyaratan untuk penerbangan ke luar negeri sesuai protokol WHO, BPSDM memfasilitasi untuk para mahasiswa China maupun yang lainnya,” ujarnya.

Rumaropen menambahkan apabila kampus atau universitas di sana mengizinkan mahasiswa Papua kembali ke China, maka pihaknya segera memfasilitasi mahasiswa untuk kembali. Termasuk memenuhi segala persyaratan yang ditetapkan pemerintah China.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga 11 pelajar asli Papua tamatan SMU Amerika dan Australia serta staf BPSDM Papua bidang daya saing dan SDM Papua, Anthoni Mirin, kemudian ada Magdalena Omberep, dan Jefri P Rumayomi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top