Gedung di London ini dijadikan ladang ganja saat pandemi

Foto ilustrasi, tumbuhan ganja. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Sebuah kebun berada di gedung perkantoran dekat Bank of England yang telah dikosongkan digunakan untuk menanam ganja. Keberadaan gedung itu kosong karena karantina wilayah untuk menahan penyebaran Covid-19.

Polisi Kota London mengatakan ada 826 tanaman ganja di gedung tersebut. Sebelumnya menemukan tanaman itu polisi mendapat laporan tentang aroma ganja yang kuat.

“Ini adalah pabrik ganja pertama di Kota, tidak diragukan lagi didirikan sebagai tanggapan terhadap lebih sedikit orang yang keluar selama pandemi yang mungkin telah memperhatikan aktivitas yang tidak biasa,” kata polisi dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters, Kamis, (21/1/2021) kemarin.

Baca juga : Mike Tyson akui hisap ganja sebelum naik ring melawan Roy Jones

Perusahaan Tiongkok telusuri legalitas budi daya ganja di Pasifik dan PNG

Perusahaan AS akan uji coba obat berbasis ganja di Vanuatu

Loading...
;

Kota London merupakan rumah bagi pasar asuransi komersial, bank, dan pengelola dana terbesar di dunia, sebagian besar telah ditinggalkan sejak Maret setelah sebagian besar karyawan diminta bekerja dari rumah imbas Covid-19.

Selama acara daring pada Rabu, Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan warga Inggris sering membuat lelucon tentang apa yang telah dilakukan staf bank sentral. Dengan penemuan kebun ganja di dekat kantornya, ia menilai warga memiliki bahan tambahan untuk dijadikan lelucon.

“Kami sekarang akan menjadi subjek lelucon tanpa akhir tentang ‘sekarang kami tahu apa yang sedang dilakukan Bank of England,” kata Bailey.

“Saya yakin akan ada banyak lelucon lainnya. Di sekitar Bank of England sangat sepi,” katanya menambahkan. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top