Gelombang panas di Kanada tewaskan 230 orang lebih

Panas kemarau Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Gelombang panas di Provinsi British Columbia, Kanada, menyebabkan lebih dari Lebih dari 230 orang meninggal. Kondisi alam itu memicu peningkatan suhu ekstrem di negara tersebut sejak Jumat pekan lalu.

“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata Kepala koroner British Columbia (BC), Lisa Lapointe, saat melaporkan kejadian itu, Rabu (30/6/2021).

Lembaga koroner sendiri bertugas melakukan penyelidikan atau pemeriksaan kejadian kematian mendadak yang tidak bisa dipastikan penyebabnya. “Paparan lingkungan yang panas dapat menyebabkan hasil parah atau fatal, terutama pada orang tua, bayi, anak kecil, sampai warga yang menderita penyakit kronis,” kata Lapointe menambahkan.

Layanan koroner BC biasanya menerima sekitar 130 laporan kematian dalam empat hari. Namun, terhitung sejak Jumat pekan lalu sampai Senin (28/6/2021) , lembaga itu menerima lonjakan laporan kematian hingga setidaknya 233 kasus.

“Sejak awal gelombang panas muncul akhir pekan lalu, Layanan Koroner BC menerima peningkatan signifikan laporan kematian di mana diduga akibat suhu panas ekstrem,” kata Lapointe melalui sebuah pernyataan.

Baca juga :Tewasnya pekerja proyek Olimpiade diduga akibat cuaca panas

Loading...
;

Tertekan panasnya situasi Timur Tengah, IHSG ditutup melemah

Jumlah itu diperkirakan masih akan meningkat karena data terus diperbarui. Koroner BC saat ini sedang mengumpulkan informasi untuk menentukan penyebab dan cara kematian itu karena gelombang panas atau hal lain.

Sejumlah kawasan di BC juga melaporkan catatan mereka sendiri terkait kematian yang diduga akibat gelombang panas. Kepolisian Vancouver telah menerima lebih dari 65 laporan kematian mendadak sejak gelombang panas muncul pada pekan lalu.

“Hari ini saja, petugas telah menerima 20 kematian mendadak pada pukul 13.45, dengan lebih dari selusin lainnya menunggu polisi untuk dikirim,” bunyi pernyataan Kepolisian Vancouver.

Kematian akibat temperatur yang tinggi ini pun membuat petugas kewalahan. “Kami belum pernah mengalami hal seperti ini di Vancouver,” ucap kepala kepolisian bagian media, Steve Addison.

Di Surrey, Royal Canadian Mounted Police juga telah menerima 35 laporan kematian mendadak sejak awal pekan ini.

“Sementara penyebab kematian belum ditentukan dalam setiap kasus ini, kami dapat mengonfirmasi bahwa Surrey RCMP merespons jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya sejak awal kondisi cuaca ekstrem,” kata petugas Royal Canadian Mounted Police, Sangha Sarbjit.

Sedangkan di Kota Burnaby, polisi menerima lebih dari 34 laporan kematian mendadak sejak Senin, di mana suhu panas diyakini menjadi penyebab sebagian besar kasus tersebut. Pihak berwenang Kanada menganalisis bahwa sebagian besar korban mati mendadak ini adalah warga lansia. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top