Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Generasi muda Papua harus libatkan diri dalam gerakan penyelamatan lingkungan

Penyelamatan Lingkungan Papua
Foto ilustrasi, anak-anak peduli lingkungan saat menanam pohon dan membersihkan pantai di sekitar rumahnya. – Jubi/Titus Ruban

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Aktivis Rumah Bakau Jayapura, Gamel berharap generasi muda di Papua mau melibatkan diri dalam gerakan penyelamatan lingkungan. Keterlibatan generasi muda dinilai Gamel akan memperkuat gerakan penyelamatan lingkungan di Papua.

Hal itu dinyatakan Gamel di Kota Jayapura saat dihubungi melalui layanan pesan Whatsapp pada Jumat (31/7/2020). “Kalau generasi muda bersatu, bisa menjadi kekuatan yang mampu mengubah banyak hal, termasuk lingkungan hidup dan ekosistem di Papua,” katanya.

Gamel mengatakan keterlibatan generasi muda dalam gerakan lingkungan itu membutuhkan wadah yang mampu menarik minat mereka. Pembentukan kelompok pecinta alam di setiap kampus bisa menjadi salah satu cara menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam isu penyelamatan lingkungan, dan kampus bisa mendorong hal itu.

Generasi muda Papua harus libatkan diri dalam gerakan penyelamatan lingkungan 1 i Papua

Baca juga: Mengenal kayu Swang, pohon endemik Papua yang nyaris punah

“Kalau sudah ada wadah selanjutnya adalah perlu diarahkan, diajak berfikir dan diajak melakukan kegiatan yang sifatnya positif. Kita bina mereka, di mana di [dalam wadah itu] mereka dibekali. Yang penting, ada mentor yang bisa memimpin. Kalau ada sosok yang bisa menjadi panutan, [akan] mudah [melibatkan generasi muda dalam gerakan penyelamatan lingkungan],” katanya.

Ia mengingatkan, perspektif lingkungan sangat penting dalam membahas berbagai isu besar, termasuk isu pembahasan RUU Omnibus law yang bisa berdampak luas di Papua. Begitu pula dalam pembahasan berbagai isu terkait pertambangan. “Sayangnya, isu lingkungan tidak semenarik isu politik dan kriminal atau hak asasi manusia. Saya berharap generasi muda lebih peka menumbuhkan kepedulian dan melihat isu di sekitarnya,” kata Gamel.

Gamel mengatakan, tidak ada ekonomi yang tumbuh di tengah lingkungan yang rusak. Baginya, Papua adalah benteng terakhir keanekaragaman hayati dunia, namun generasi muda di Papua belum tertarik membicarakan sumber daya alam mereka dari perspektif lingkungan.

Loading...
;

“[Sekarang ini] isu lingkungan yang menonjol di Papua hanya soal dampak dari operasional PT Freeport Indonesia. Selain [masalah] itu, ketertarikan anak muda Papua terhadap isu lingkungan masih sangat lemah. Nanti rusak baru bilang pemerintah salah. Padahal isu lingkungan ini tanggunggjawab semua, dan pemuda bisa menjadi penggerak,” katanya.

Baca juga: Pemda di Wilayah Adat Meepago diminta dorong budidaya anggrek bahan noken

Direktur Walhi Papua, Aiesh Rumbekwan menyatakan sejak 6 Maret 2020 pihaknya sudah memiliki nota kesepahaman dengan Rektor Universitas Cenderawasih Jayapura (Uncen) Jayapura. Nota kesepahaman untuk mengorganisir mahasiswa membentuk kelompok pecinta lingkungan diharapkan akan memperkuat gerakan menyelamatkan ekosistem di Tanah Papua.

“Kami akan membangun sebuah gerakan sinergi dengan Uncen. Walhi Papua akan memberikan penyuluhan kepada mahasiswa-mahasiswi. Setelah [belajar] teori, tindak lanjuti dengan praktik di lapangan,” kata Rumbekwan saat ditemui pada awal Juli lalu.

Rumbekwan mengajak semua pihak untuk peduli terhadap persoalan lingkungan di Tanah Papua. “Kita ke depannya bisa saling berbagi untuk melihat isu-isu penting yang akan mengganggu ekosistem lingkungan. Setiap manusia harus bertanggung-jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Rumbekwan.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top