Follow our news chanel

Previous
Next

Generasi muda Papua jangan hanya bercita-cita jadi ASN

Papua
Ilustrasi ASN di Papua - Jubi. Dok 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Satu di antara tokoh perempuan Papua Barat, Frida T Kalasin mengingatkan generasi muda Papua tidak hanya berharap menjadi aparatur sipil negara atau ASN.

Ia mengatakan, kehadiran Undang-Undang Otonomi Khusus atau UU Otsus Papua memberikan kesempatan kepada orang asli Papua. Kini bagaimana cara pandang dan dalam tataran kebijakan.

Pernyataan itu dikatakan Frida T Kalasin dalam diskusi daring “Otonomi Khusus dan Masa Depan Peace Building di Tanah Papua” yang diselenggarakan Jaringan Damai Papua dan Jubi, dengan moderator Victor Mambor, digelar pada Senin (3/8/2020).

“Kita tidak boleh berpikir bahwa hanya [menjadi] ASN, orang [Papua] bisa menjadi tuan. Artinya ASN bukan segala-galanya ini mesti disadari,” kata Frida Kalasin.

Menurut mantan anggota DPR Papua Barat itu, ada berbagai ruang selain menjadi ASN yang bisa manfaatkan generasi Papua menyatakan dirinya punya kemampuan.

Akan tetapi katanya, khusus penerimaan ASN mesti ada ketegasan dari pemerintah daerah, menggunakan kewenangan yang ada.

Harus juga dipastikan bahwa anak-anak Papua mesti didahulukan dengan berpedoman pada karakter UU Otsus, yakni keberpihakan, pemberdayaan dan perlindungan terhadap orang asli Papua.

Loading...
;

Ia mengatakan, ini bagian dari membangun kepercayaan bahwa Otsus memang memberikan dampak positif bagi orang asli Papua. Membuka ruang memberi pendampingan kepada pemuda dan perempuan Papua untuk membuka peluang di lapangan kerja yang lain.

“Sehingga tidak melulu menjadikan penerimaan ASN untuk komoditi yang lain. Akhirnya kita sibuk mengurus yang ini, tapi kita lupa membenahi hal lain,” ucapnya.

Dalam diskusi yang sama, Sekretaris Daerah atau Sekda Kota Jayapura, Papua, Frans Pekey berpendapat mengubah mindset orang asli Papua memang bukan hal mudah. Begitu banyak aspek dan faktor yang berkorelasi satu dengan lainnya.

Katanya, ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang asli Papua memilih ASN, dibanding bidang lain.

Faktor itu di antaranya, hingga kini investasi di Papua masih minim sehingga belum menghadirkan lapangan pekerjaan yang luas.

“Adapun [investasi] dalam skala terbatas. Misalnya PT Freeport, itukan aturannya lain. Sangat terbatas sehingga hanya ASN yang bisa diandalkan anak Papua,” kata Frans Pekey.

Selain itu menurutnya, ada pola pikir negatif dari berbagai pihak saat orang Papua membuka peluang usaha. Akibatnya, mereka terbentur modal dan fasilitas.

“Akses ke perbankan sangat terbatas. Misalnya ada stigma nanti dia tidak mampu mengembalikan modalnya dan stigma negatif lainnya. Ini membuat semangat berwiraswasta itu kendor. Ini yang juga berpengaruh,” ujarnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top