Follow our news chanel

Previous
Next

Gerak cepat dalam mengatasi kegawatdaruratan Pandemi Covid-19

Papua
Bupati Mathius Awoitauw membasuh tangan sebelum memulai kegiatan kepemerintahan di Kabupaten Jayapura - Jubi/Engelbert Wally.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pandemi Covid-19 menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang dalam mempertahankan kelangsungan hidup. Berbagai persiapan untuk menghadapi kegawatdarutan pun dilangsung dalam waktu singkat dan cepat. Itu pula yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jayapura

“Pada awal pandemi, semua tenaga medis saya kumpulkan untuk menjelaskan penanganannya. Saya perintahkan semua peralatan dan fasilitas beserta sumber daya harus dikerahkan untuk menangani pandemi,” kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Sabtu (8/8/2020).

Awoitauw mengaku mereka sempat kewalahan dalam menyiapkan fasilitas penanganan pasien terinfeksi korona di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari. Namun, kondisi itu akhirnya bisa diatasi setelah dua ruangan selesai dibangun. Setiap ruang isolasi tersebut bisa merawat enam pasien.

“Semua kebijakan pada masa awal pandemi tidak pernah saya koordinasikan dengan Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten Jayapura. Untung saja bersamaan dengan (terbitnya) petunjuk teknis dan pelaksanaan (tentang diskresi penggunaan anggaran) dari pemerintah pusat. Saya pun lalu memanggil tim anggaran daerah untuk segera mengubah kebijakan anggaran khusus dalam penanganan pandemi,” jelasnya.

Tidak hanya penyiapan fasilitas medis, faktor nonteknis juga kerap menjadi kendala awal dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Jayapura. Harapan dan tekanan masyarakat begitu kuat. Banyak dari mereka tidak puas dengan pelayanan dari pemerintah setempat.

“Sampai ada (masyarakat) demo bahkan Gugus Tugas (Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura) dilaporkan kepada Polda Papua. Sejumlah pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) sering mengeluh, dan tidak jarang mereka sampai menangis saat melapor (kepada bupati),” ungkap Awoitauw.

Bupati Awoitauw pun mesti memotivitasi dan mengarahkan semua pimpinan OPD agar mereka tetap bekerja sesuai tanggung jawab masing-masing. Dia juga rutin melaporkan perkembangan penanganan pandemi kepada pemerintah pusat.

Loading...
;

“Terdapat 59 warga menjalani karantina mandiri serta 26 pasien (terinfeksi korona) dirawat di Puskesmas Sentani, dan 18 pasien di antaranya dinyatakan sembuh (di Kabupaten Jayapura). Secara komulatif, hingga saat ini sudah ada 37 warga dinyatakan sembuh (dari infeksi korona) setelah (menjalani) karantina mandiri,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penangangan Covid-19 Kabupaten Jayapura Khairul Lie.

Dia menambahkan mereka mendapati tidak ada masyarakat terjangkit virus korona dari warga yang menjalani karantina mandiri walaupun telah terjadi kontak fisik sebelumnya. “Mereka yang serumah dengan pasien suspek juga tidak terjangkit (virus korona). Kami berharap karantina mandiri menjadi salah satu cara (efektif) dalam menanggulangi Covid-19.”

 

Editor: Aries Munandar

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top