Follow our news chanel

Previous
Next

Gerakan Papua Mengajar akan bukukan kearifan dan sastra lokal

Gerakan Papua Mengajar
Gerakan Papua Mengajar membentuk kelompok belajar Kebada di Kampung Tenedagi, Distrik Tigi Barat, Deiyai. - IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Koordinator Gerakan Papua Mengajar Agustus Kadepa mengatakan pihaknya ingin membukukan berbagai kearifan lokal dan tradisi orang asli Papua untuk menjadi bahan pengajaran bagi generasi muda di Papua. Gerakan Papua Mengajar juga mengumpulkan berbagai sastra lokal Papua.

Hal itu disampaikan Agustus Kadepa saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Senin (31/8/2020). Menurutnya, pendokumentasian berbagai kearifan lokal dan tradisi orang asli Papua akan menjadi bahan pengajaran yang dapat menyelami kehidupan masyarakat, dan menjadi bahan ajar yang sesuai kehidupan masyarakat setempat.

“Kekayaan sesungguhnya itu ada di di kehidupan masyarakat itu sendiri, dari kebiasaan hidup, cara membuat panah, cara membuat noken, koteka dan sebagainya. Itu [dapat disusun] dalam sebuah buku yang kemudian diajarkan kepada generasi muda Papua,” kata Kadepa.

Baca juga: Gerakan Papua Mengajar jangkau Kampung Tenedagi

Kadepa mengatakan hingga kini Gerakan Papua Mengajar terus menggerakkan para relawannya untuk memberikan pelajaran bagi anak-anak di kampung. Gerakan Papua Mengajar mendidikan anak-anak di Papua sesuai dengan kondisi setempat, dan menyesuaikan dengan potensi alam yang ada. Kadepa menyebut metode pembelajaran itu pembelajaran kontekstual yang sesuai kondisi sehari-hari setiap anak didiknya.

“Kami mengajar dengan sarana dan prasarana, dengan media yang ada. Kami menggali materi dari potensi alam yang ada, lalu diajakan kepada anak-anak dengan metode pendekatan yang ada,” kata Kadepa.

Dalam proses belajar mengajar bersama itu, para relawan Gerakan Papua Mengajar menemukan banyak sastra lokal. Para relawan mendokumentasikan sastra lokal di Papua untuk diajarkan kepada anak-anak Papua.

Loading...
;

Baca juga: Mengajar ala Gerakan Papua Mengajar

“Pembelajaran kontekstual ini menjadi penting, karena justru dengan [metode ini kami] dapat membantu anak-anak Papua untuk mengenal lingkungan, mengenal tentang dirinya siapa. Dan di situlah inti dari pendidikan,” kata Kadepa.

Sekretaris Gerakan Papua Mengajar, Orgenes Ukago mengatakan bahwa pentingnya membangun sebuah gerakan pendidikan di seluruh kampung. Terlebih, pandemi Covid-19 mempengaruhi jalannya proses pendidikan formal di Papua.

“Pada masa pandemi ini, [anak-anak di] kampung tidak belajar seperti biasa, karena mengantisipasi [penularan virus] korona. Dalam kondisi demikian, kita semua dapat hadir untuk menyapa anak-anak kampung-kampung, agar mereka juga mendapatkan pendidikan yang sama seperti anak-anak yang berada di perkotaan yang lengkap dengan fasilitas,” kata Ukago.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top