Follow our news chanel

Previous
Next

Gerakan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru usulkan periode transisi 3 tahun

Bendera FLNKS dikibarkan di Kaledonia Baru. - RNZI/ Walter Zweifel

Papua No.1 News Portal | Jubi

Nouméa, Jubi – Gerakan pro-kemerdekaan Kaledonia Baru FLNKS berkata mereka inginkan ada masa transisi tiga tahun jika mayoritas pemilih dalam referendum 4 Oktober mendatang memilih untuk merdeka dan membentuk negara yang baru.

Pemimpin-pemimpin FLNKS telah mengumumkan ringkasan pengaturan Kanak Kaledonia Baru saat mereka mempersiapkan diri untuk referendum kedua di bawah Kesepakatan Nouméa.

Para pemimpin berkata mereka berharap bisa mendapatkan 51% suara ‘ya’ kali ini, setelah berhasil mengamankan lebih dari 43% suara dalam referendum pertama pada 2018.

Menurut mereka, periode yang mereka usulkan setelah suara ‘ya’ menang, harus digunakan untuk menyusun konstitusi suatu negara yang multikultural, demokratis, dan sekuler, yang akan memiliki hubungan yang baru dengan negara Prancis.

Mereka menegaskan menurut proposal mereka, semua orang Kaledonia Baru, termasuk mereka yang menentang kemerdekaan, akan diizinkan untuk tetap tinggal negara yang baru.

Pemerintah Prancis sendiri belum mengonfirmasikan apa implikasi jika suara mayoritas memilih kedaulatan penuh bagi Kaledonia Baru. Presiden Prancis Emmanuel Macron telah reshuffle pemerintahannya sebulan yang lalu.

Loading...
;

Gerakan pro-kemerdekaan baru dibentuk

Sementara itu ada sebuah gerakan pro-kemerdekaan baru, yang juga mendukung kedaulatan Kanak Kaledonia Baru dari Prancis, dibentuk di Kaledonia Baru menjelang referendum untuk menentukan nasib politiknya dari Prancis.

Perwakilan dari dua parpol, Partai MNIS dan juga Partai Buruh, sepakat untuk mengadakan kongres pada 19 September mendatang untuk meresmikan pembentukan gerakan pro-kemerdekaan Nationalist Movement for the Sovereignty of Kanaky, atau MSNK.

Seorang juru bicara MSNK, Luther Voudjo, menerangkan kepada media penyiaran publik bahwa mereka ingin ada kedaulatan bersama setelah proses dekolonisasi 30 tahun yang, menurut mereka, telah berubah menjadi penuh permusuhan dan tidak lagi menawarkan solusi.

Pemimpin Partai Buruh, Louis Kotra Uregei, mengkritik gerakan FLNKS yang selama bertahun-tahun, menurutnya, telah menyimpang dari misi awalnya. Bulan lalu, Partai Buruh mendesak anggotanya untuk memilih merdeka dalam referendum berikutnya, setelah meminta anggotanya abstain dalam referendum 2018.

MSNK yang baru dibentuk sebagai alternatif dari FLNKS dalam memajukan agenda nasionalis Kanak.

Kelompok-kelompok Kanak di Kaledonia Baru juga telah mendesak agar pendaftaran pemilih diperpanjang. Ratusan orang protes di Komisi Tinggi Prancis minggu ini, meminta agar periode pendaftaran pemilih referendum diperpanjang hingga 20 September. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top