Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Gereja ajak seluruh warga Papua cegah HIV

Sejumlah jemaat Gereja Kristen Nazarene Jemaat Nehemia Abepura saat melakukan seminar penangulangan HIV dan doa – Jubi/Doc Papeda.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Gereja Kristen Nazarene Jemaat Nehemia Abepura mengajak masyarakat bersama-sama pemerintah mencegah penularan HIV agar tak semakin meluas. Salah satu cara yang dilakukan gereja adalah menggelar seminar penanggulangan HIV/AIDS serta doa bersama.

Menurut Ketua Panitia, Olaf Krey, program pencegahan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Jayapura tidak hanya menjadi tanggungjawab Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas kesehatan saja melainkan butuh keterlibatan semua pihak.

Menurutnya, kegiatan ini juga betujuan mengajak orang lain untuk peduli terhadap program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.

“Kami bersyukur sekali banyak jemaat yang akhirnya paham setelah mendengar dan melihat langsung ODHIV itu seperti apa, dan memang kegiatan sesuai dengan tema kami yaitu ‘Mendengar, Melihat dan Melayani dengan Kasih’,” kata Olaf Senin, (4/11/2019).

Dengan seminar ini, Olaf berharap tak ada lagi diskriminasi dan stigma buruk yang menimpa ODHIV. Dalam kegiatan ini, jemaat juga secara sukarela melakukan test HIV (VCT). Diharapkan muncul kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV di pusat kesehatan terdekat.

“Selanjutnya kami dari GKN Nehemia juga akan melakukan kunjungan kasih kepada teman-teman ODHIV yang ada di sekitar wilayah gereja dan Abepura, sehingga mereka tidak merasa seorang diri, hal inilah yang diajarkan Tuhan Yesus Kristus yaitu datang untuk melayani,bukan untuk dilayani,” harap Olaf.

Loading...
;

Sementara itu perwakilan Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) nasional di Jayapura, Hiswita Pangau berharap, media juga bisa menjadi bagian dari penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap komunitas maupun ODHA di Papua. Melalui pemberitaan yang seimbang, diharapkan media dapat mengedukasi masyarakat terhadap pemahaman mereka kepada komunitas.

“Kawan-kawan dari ODHIV atau ODHA, banyak masyarakat yang berfikir bahwa mereka itu yang sudah sakit atau sudah sekarat (menderita) yang tidak bisa berbuat apa-apa namun sebenarnya orang dengan HIV itu bisa melakukan aktiVitas bahkan masih bisa lebih sehat mungkin dari pada kita yang tidak terinfeksi,” katanya. (*)

Editor : Edho Sinaga

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top