Follow our news chanel

Previous
Next

Presiden Gereja Baptis kutuk pelaku pembunuhan pendeta di Papua

papua-pendeta-yeremias-zanambani
Almarhum Pendeta Yeremias Zanambani – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Presiden Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua, Pdt Dr Sokratez Sofyan Yoman, mengutuk tindakan kekerasan yang menghabisi nyawa Pdt Yeremia Zanambani di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya-Papua, pada 19 September 2020.

“Ini tindakan terkutuk. Kita kutuk mereka membunuh para perintis, pemimpin, dan pelaku peradaban umat Tuhan di Papua. Kita juga berdoa supaya Tuhan memberi penghiburan dan kekuatan bagi keluarga,” ungkap Yoman kepada jurnalis Jubi, Senin (21/9/2020).

Kata Yoman, pihaknya mencatat ada dua kasus pembunuhan pendeta di Papua sebelum terbunuhnya Pdt Zanambani, akhir pekan lalu. Kasus pertama, pembunuhan Pdt Elisa Tabuni pada 16 Agustus 2004 di Puncak Jaya.

“Pelakunya anggota Kopassus. Lalu mereka mengatakan pelakunya anggota Goliath Tabuni,” ungkapnya.

Kedua, pembunuhan Pdt Gemin Nirigi pada 19 Desember 2018 di Mapenduma, Kabupaten Nduga. TNI membunuh dan membakar Pdt Nirigi dengan menyiram minyak tahan di pinggir jalan di dekat rumahnya.

“Nirigi ini perintis gereja sejak 1963. Orang sudah tua. Tokoh yang menerima Injil di Nduga,” ungkapnya dengan nada kesal atas kejahatan ini.

Baca juga: PGI laporkan penembakan pendeta Zanambani kepada Jokowi

Loading...
;

Baca juga: Diduga Oknum TNI tembak mati seorang pendeta di Intan Jaya

Kata Yoman, rentetan pembunuhan ini memberi gambaran jelas, negara sedang melalukan pembunuhan secara sistermatis. Negara dengan sadar sedang menebang pohon-pohonbesar dan merubuhkan tembok-tembok pagar kehidupan orang Papua.

“Sepertinya negara sadar untuk menebang pohon-pohon besar ini. Para pendeta ini barang tempat perteduhan rakyat. Sumber pewartaan kerjaan Allah, kebenaran, keadilan, kejujuran, kasih, dan kedamaian,” ungkapnya.

Yoman menambahkan para pendeta ini juga ibarat pagar yang memagari kehidupan di dalam pagar. Pagar yang melindunggi tanaman aman dari ancaman harimau, singa, dan binatang buas lainnya.

“Negara sadar pohon-pohon besar harus ditebang, pagar-pagar kuat ini harus dirubuhkan,” ungkapnya.

Yoman juga mengatakan upaya menghancurkan kekuatan ini bagian dari kejahatan kemanusiaan luar biasa. Kekejaman yang benar-benar mengancam kehidupan orang asli Papua.

“Negara berani menembak mati ujung tombak kemajuan masyarakat,” ungkapnya.

Negara mestinya sadar, imbuh Yoman, bahwa para gembala ini sudah datang lebih dulu, membuka isolasi, membangun lapangan gerbang, jalan, dan hidup bersama masyarakat.

“Negara datang, kemudian seenaknya membunuh. Ini cara-cara kriminal,” tegasnya.

Hal yang sama disampaikan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia usai menyurati Presiden Joko Widodo terkait meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani di Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua yang diduga lantaran ditembak anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ketua Umum PGI, Gomar Gultom, mengatakan surat itu disampaikan kepada Presiden Jokowi, senin (21/9/2020) pagi.

“Saya mengecam keras penembakan yang menewaskan Pdt Yeremia Zanambani,” kata Gomar seperti dikutip Tempo, Senin, 21 September 2020. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top