Follow our news chanel

Gereja CCCS akan teruskan proses hukum lawan Pemerintah Samoa

Konferensi Umum gereja Congregational Christian Church of Samoa (CCCS) 2019 selesai Jumat lalu (24/5/2019). - Samoa Observer/Vaitogi Asuisui Matafeo
Gereja CCCS akan teruskan proses hukum lawan Pemerintah Samoa 1 i Papua
Konferensi Umum gereja Congregational Christian Church of Samoa (CCCS) 2019 selesai Jumat lalu (24/5/2019). – Samoa Observer/Vaitogi Asuisui Matafeo

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Apia, Jubi – Keputusan gereja Congregational Christian Church of Samoa (CCCS) untuk menentang UU Pemerintah, yang mewajibkan pendeta-pendeta gereja untuk membayar pajak atas alofa (persembahan yang mereka terima dari anggota jemaat) mereka tidak akan dibahas oleh gereja itu, hingga Konferensi Umum Gereja Mei 2020.

Hal ini dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal, Pendeta Vavatau Taufao, Jumat kemarin (24/5/2019). Dia mengungkapkan bahwa ada beberapa usulan untuk membahas masalah ini, tetapi karena peraturan gereja, masalah itu tidak dibahas.

“Setiap resolusi dari Konferensi Umum dibahas tiga tahun setelah disetujui, begitulah cara kerjanya,” katanya.

“Resolusi (tentang posisi gereja melawan hukum pemerintah) telah disetujui oleh gereja pada 2017 dan karenanya akan dibahas tahun depan.”

Sebuah proposal oleh Pulega Fa’asaleleaga mendesak majelis untuk tetap kuat pada pendiriannya. “Bukanlah kehendak pendeta-pendeta gereja untuk melawan hukum,” demikian isi tulisan itu. “Sebaliknya, mereka menaati resolusi yang telah disetujui dalam konferensi umum oleh anggota-anggota gereja. Para pendeta gereja mengikuti resolusi gereja, karena itu pemerintah harusnya mengejar gereja dan bukan mengejar para pendeta dan aset pribadi mereka.”

“Kami meminta agar gereja tidak mundur dari resolusi yang disepakati, kami akan tetap mendukung pendeta-pendeta gereja, untuk melindungi integritas gereja dan namanya,” lanjut pengajuan itu.

Loading...
;

Sekretaris Jenderal juga membenarkan bahwa gereja setuju, untuk mengalokasikan $1 juta tala untuk membiayai proses hukum.

Mengenai pendeta-pendeta gereja yang sudah membayar pajak, Pendeta Vavatau mengatakan itu adalah hak mereka.

Menanggapi pertanyaan media, dia berkata gereja tidak akan mengambil tindakan apa pun terhadap para pendeta-pendeta gereja ini.

“Saya tidak tahu dengan pasti ada berapa banyak; tetapi pemerintah telah mengumumkan ada 20 orang. Dan saya tidak bisa mengkritik mereka,” katanya.

“Keputusan untuk tidak membayar pajak dibuat oleh gereja saat Konferensi Umum. Dan jika ada pendeta yang membayar pajaknya, saya tidak tahu alasannya, apakah mereka menolak resolusi gereja, atau itu adalah kepercayaan mereka, atau itu karena menghormati pemerintah. Saya tidak dengan pasti dan saya tidak bisa berbicara untuk mereka.”

Dua puluh pendeta gereja CCCS telah digugat oleh Pemerintah. (Samoa Observer)


Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top