Follow our news chanel

Gerhamber Manokwari tuntut penyelesaian kasus HAM di tanah Papua

Papua
Gerakan HAM Bersatu di kota Manokwari saat menggelar aksi damai di depan Kantor Hukum dan Ham Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa).

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi –  Gerakan HAM Bersatu (Gerhamber) Mnukwar di Kota Manokwari, Papua Barat, Selasa (20/10/2020) berdemonstrasi di kantor perwakilan kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Provinsi Papua Barat, menyampaikan sejumlah catatan kepada Negara Indonesia dan penegak hukumnya agar tak gagal paham dalam menyelesaikan konflik Papua.

Penyampaian aspirasi tersebut melalui aksi demo damai, dikawal ketat ratusan personel Brimob Polda Papua  Barat.

Dari catatan Gerhamber Mnukwar, ada dua peristiwa penembakan berturut-turut yang dilakukan terhadap Pendeta Yeremia Zanambani dan Agus Duwitau.

Ini merupakan tindakan pembunuhan di luar hukum yang menambah catatan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) secara masif dan sistematis terjadi di atas tanah Papua,  karena Negara ‘berlebihan’ melakukan pendekatan militer.

Sekretaris Gerhamber Mnukwar, Yunus Aliknoe, mengatakan mahasiswa sebagai intelektual muda Papua, akan terus bersuara tentang kejanggalan hukum dan perlakuan tak adil yang dialami warga Papua sejak puluhan tahun silam hingga di era demokrasi saat ini khususunya di wilayah pegunungan tengah Papua seperti Intan Jaya, Nduga dan Timika.

“Kami akan tetap menentang sistem yang dibangun oleh Negara di atas negeri kami [Papua], karena pendekatan militeristik tidak akan bisa menyelesaikan konflik Papua,” ujar Aliknoe.

Selain menyampaikan setumpuk catatan kelam dugaan pelanggaran Ham yang tak kunjung tuntas oleh penegak Hukum, Gerhamber Mnukwar juga mendesak Presiden Jokowi, Panglima TNI dan Kapolri untuk menarik kembali seluruh personel organik dan non organik dari tanah Papua, dan mendorong lembaga  netral  untuk masuk ke Papua.

Loading...
;

“Hentikan pendekatan militer, dan beri ruang kepada Komnas HAM setra jurnalis asing untuk melakukan investigasi secara netral di tanah Papua. Karena negara harus bertanggung jawab atas peristiwa penembakan, dan dugaan pelanggaran Ham terhadap warga sipil di Intan Jaya, Nduga dan Timika,” kata Aliknoe saat membacakan pernyataan sikap Gerhamber Mnukwar.

Senada, Ketua Gerhamber Mnukwar, Musa Mambrasar, dalam pernyataan sikap tertulisnya, menyatakan pembunuhan terhadap pendeta Zanambani dan Agus Duwitau, terjadi dalam rangkaian operasi militer aparat TNI/Polri terhadap Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM).

“Dua orang hamba Tuhan, jadi korban dalam konflik TNI/Polri dengan TPN-OPM. Itu artinya, bahwa pendekatan keamanan yang digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk selesaikan konflik Papua ‘gagal’ untuk meredam konflik Papua dan tak mampun beri jaminan keamanan hidup bagi warga sipil di tanah Papua,” kata Mambrasar.

Papua
Pembacaan pernyataan sikap Gerhamber Manokwari – Jubi/Hans

Dalam pernyataan sikap Gerhamber Mnukwar,  Mambrasar juga mendesak otoritas sipil di Provinsi Papua dan Papua  Barat bersama Majelis Rakyat Papua (MRP), segera mengambil langkah pro-aktif untuk melindungi seluruh komponen rakyat Papua di atas tanah Papua (Papua-Papua Barat).

“Lewat aksi ini, kami ingin serukan kepada seluruh komunitas sipil di Papua, Nasional dan Internasional meliputi pemerhati HAM, gereja, seniman, akademisi, mahasiswa, perempuan  dan masyarakat adat agar turut memantau dan mendesak Pemerintah Indonesia hentikan segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil, dan menyelesaikan konflik Papua secara damai dengan [TPN-OPM] selaku pihak yang berkonflik,” tuturnya.

Sementara, Jonny P. Simamora, kepala divisi administrasi, kantor perwakilan hukum dan Ham Provinsi Papua Barat, mengatakan apapun tuntutan yang disampaikan oleh Gerhamber Mnukwar, akan diterima untuk selanjutnya ditindaklanjuti kepada para pihak yang berwenang.

“Saya berterimakasih dan beri apresiasi kepada mahasiswa yang sangat peduli dengan dinamika di atas Tanah Papua. Aspirasi ini saya terima mewakili kepala kantor wilayah Hukum dan HAM yang saat ini tidak di tempat. Tapi percayalah, aspirasi kalian pasti kami tindak lanjuti, karena ‘segala sesuatu akan indah pada waktunya’,” ujar Simamora saat menerima pernyataan sikap dari massa aksi. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top