Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Gubernur di Kepulauan Solomon tidak takut ditegur pemerintah pusat

Gubernur Provinsi Malaita, Daniel Suidani. - RNZI/ Daniel Suidani/ Facebook
Gubernur di Kepulauan Solomon tidak takut ditegur pemerintah pusat 1 i Papua
Gubernur Provinsi Malaita, Daniel Suidani. – RNZI/ Daniel Suidani/ Facebook

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Honiara, Jubi – Gubernur Provinsi Malaita di Kepulauan Solomon yang ditegur pemerintah pusat berkata dia akan terus bersuara dan membela kepentingan masyarakat di daerahnya, bahkan jika dengan melakukan hal itu dia membuat pemerintah nasional semakin geram.

Daniel Suidani telah menjadi salah satu pengkritik keras keputusan pemerintah nasional untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan demi Tiongkok, ia bahkan menolak bantuan pembangunan dari Beijing.

Pada 30 April lalu, Suidani menerima surat dari Menteri Pemerintah Provinsi, Rolland Seleso, yang memperingatkannya untuk tidak melanggar peraturan yang ada.

Surat itu menjabarkan pelanggaran prosedur yang menurut pemerintah pusat telah ia lakukan, termasuk di antaranya melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa persetujuan dan karena tidak secara pribadi menghadiri rapat strategi Covid-19 di ibu kota, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penangguhannya, jika dia tidak mematuhi peraturan.

Suidani menjawab kepada RNZ Pacific bahwa dia terkejut masalah-masalah kecil seperti itu membenarkan penangguhannya sebagai gubernur. Menurutnya, pendirian provinsi itu yang pro-Taiwan dan keputusannya untuk mengambil tindak tegas atas operasi pembalakan liar yang menyebabkan teguran itu.

“Mereka telah meminta saya untuk berhenti berbicara banyak tentang isu-isu itu. Tapi saya pikir sebagai pemimpin terpilih, adalah hak demokratis saya untuk berbicara atas nama masyarakat saya,” kata Suidani, berbicara menggunakan bahasa Pijin Kepulauan Solomon.

Loading...
;

“Jika mereka menghentikan saya dari berbicara atas nama orang-orang, lalu apa tujuan mereka memilih saya?”

Suidani menerangkan bahwa pemerintahnya telah melakukan banyak hal untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah dengan meningkatkan pelayanan publik, menegakkan peraturan provinsi, dan semakin melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Dia mendesak pemerintah nasional untuk tidak ‘membunuh benih sirih’ yang telah ditanam sehingga itu dapat tumbuh dan bermanfaat bagi seluruh provinsi.

Dia juga berkata akan menyampaikan sentimennya ini kepada menteri secara tertulis minggu ini dan juga akan menanggapi tuduhan terhadapnya dalam surat peringatan. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top