Gubernur Sulsel sebut Covid-19 naik terkait Pilkada serentak

Papua
Ilustrasi Pilkada - Jubi. Dok

Papua No.1 News Portal | Jubi

Makassar, Jubi – Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya terkait dengan pesta demokrasi Pilkada Serentak 2020. Nurdin menduga penyebaran di masa pesta demokrasi terjadi lewat alat peraga.

“Kondisi ini sudah kita prediksi, pasti terjadi peningkatan di bulan Desember dengan adanya pesta demokrasi, karena penularan Covid-19 bukan melalui droplet saja sekarang, tapi sudah lewat benda. Misalnya, lewat alat peraga dan lain-lain,” kata Nurdin, usai rapat Forkopimda Sulsel menjelang Natal dan Tahun Baru 2021 di Masa Pamdemi, di kantor Gubernur, Makassar, Jumat, (18/12/2020) kemarin.

Baca juga : Pilkada 2020, 2.280 pemilih di daerah ini Positif Covid-19

Petugas Pilkada positif Covid-19 di Jateng mencapai 912 orang

Calon Pilkada kembali meninggal akibat Covid-19, kali ini menima Cawagub Bengkulu

Tercatat hingga 17 Desember, ada 24.352 kasus positif di Sulsel. Di antaranya, 3.913 kasus positif aktif (16,1 persen) atau lebih tinggi dari kasus positif aktif tingkat nasional yang hanya 15,1 persen.

Loading...
;

Pada Kamis, (17/12/2020), jumlah kasus positif di Sulsel mencapai 339 kasus, dengan kasus terbanyak dari Makassar yakni 122 orang.

Sedangkan 12 dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel menggelar Pilkada 2020 meliputi Luwu Utara, Makassar, Luwu Timur, Bulukumba, Gowa, Maros, Soppeng, Toraja, Toraja Utara, Selayar, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), dan Barru.

Sepanjang tahapan Pilkada serentak 2020 di Sulsel, sejumlah calon kepala daerah dan anggota keluarganya serta tim pemenangan terpapar Covid-19. Di antaranya, calon Bupati Maros Chaidir Syam, calon Walikota Makassar Syamsul Rizal, dan juga tim pemenangan Syamsul Rizal yakni Ilham Arief Sirajuddin bersama anaknya, Amirul Yakin Ramadhansyah. Selain itu, calon Bupati Barru Malkan Amin meninggal karena Covid-19.

Nurdin pun kembali menyoroti soal penanganan kasus Covid-19 di Makassar, yang jadi simpul penyebaran sejumlah kasus Covid-19 di Sulsel. Ia meminta Makassar tak memberi izin keramaian untuk kegiatan perayaan tahun baru dan hanya memberi izin terbatas bagi ibadah Natal.

“Termasuk yang diperketat adalah Kota Makassar. Jangan sampai ada perayaan tahun baru karena hal itu akan memancing orang daerah masuk ke Kota Makassar,” kata Nurdin menjelaskan.

Penjabat Walikota Makassar Rudy Djamaluddin, mengaku tidak mengeluarkan izin keramaian dalam bentuk apapun jelang perayaan natal dan tahun baru. Pihaknya pun membatasi jam operasional restoran.

“Waktu operasional kafe, restoran dan tempat hiburan lainnya dibatasi hanya sampai pukul 19.00 WITA. Sementara fasilitas umum seperti Pantai Losari, Lapangan Karebosi, Pantai Akkarena, kawasan Center Point of Indonesia (CPI) akan ditutup mulai 24 Desember hingga 2 Januari mendatang,” kata Rudy.

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top