Follow our news chanel

Previous
Next

Gunung Semeru mengalami dua kali erupsi

Papua
Erupsi gunung api, pixabay.com
Gunung Semeru mengalami dua kali erupsi 1 i Papua
Erupsi gunung api, pixabay.com

Catatan PVMBG menyebutkan erupsi Jumat pagi terekam di seismogram berlangsung kurang lebih dua menit sembilan detik dengan amplitudo maksimum 25 milimeter.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Lumajang, Jawa Timur, Jubi – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Jumat (17/1/2020) mengalami dua kali erupsi dengan letusan pertama terjadi pukul 05.53 WIB. Sedangkan letusan kedua terjadi pukul 17.22 WIB.

“Teramati dua kali letusan di Gunung Semeru dengan warna asap putih kelabu setinggi 400 meter pada pagi hari dan sorenya setinggi 600 meter yang condong ke arah utara,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan, Sabtu, (18/1/2020).

Baca juga : Pusat evakuasi erupsi Ulawun tak memadai

Ini kondisi erupsi Gunung Agung di Bali

Gunung Agung kembali erupsi

Loading...
;

Catatan PVMBG menyebutkan erupsi Jumat pagi terekam di seismogram berlangsung kurang lebih dua menit sembilan detik dengan amplitudo maksimum 25 milimeter. Tinggi kolom abunya  sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 4.076 MDPL.

“Sorenya erupsi terekam di seismogram beramplitudo maksimum 24 mm selama kurang lebih satu menit 39 detik dengan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl) yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang condong ke arah utara,” kata Hendra menjelaskan.

Menurut dia, selama 24 jam pengamatan pada 17 Januari 2020, Gunung Semeru mengalami 23 kali gempa letusan dengan amplitudo 9 hingga -23 milimeter selama 23 hingga 221 detik. Selain itu  empat kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 9 milimeter selama 68 hingga 122 detik, dan empat kali gempa embusan dengan amplitudo 3 hingga 8 milimeter, berdurasi 40 hingga 67 detik.

“Erupsi seperti itu di Gunung Semeru sering terjadi karena menandakan gunung api tersebut masih aktif,” katanya.

Hendra mengatakan gunung setinggi 3.676 MDPL itu tidak mengalami peningkatan aktivitas dan statusnya masih Waspada Level II. Warga dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dari puncak dan jalur sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan Jonggring Seloko sebagai alur luncuran awan panas.

“PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pendaki mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru,” kata Hendra menegaskan. (*)

Editor : Edi Faisol

​​​​​​

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top