Polhukam

Guru di Beoga, Puncak ditembak karena kerap dijumpai membawa pistol

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Seorang warga sipil di Beoga, Kabupaten Puncak kepada Jubi, Jumat (9/4/2021) membenarkan penembakan terhadap seorang guru di Beoga oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Guru honorer SD Inpres Kelemabet Beoga Kabupaten Puncak bernama Oktovianus Rayo (40) ini ditembak dua kali hingga meninggal dunia pada Kamis (8/4/2021) sekitar pukul 10.00 WP di Kampung Julogoma, Distrik Beoga.

“Benar bapak guru almarhum Oktovianus Rayo ditembak mati. Almarhum adalah guru honorer tapi juga berdagang. Dia juga dicurigai mata-mata aparat keamanan. Sebab beberapa kali masyarakat jumpai dia sedang bawa pistol. Sehingga mereka (TPNPB) menembak mati dia,” kata warga Beoga ini kepada Jubi melalu sambungan telepon.

Sumber Jubi ini mengatakan, keberadaan TPNPB di Kampung Julogoma adalah untuk menyelesaikan konflik antar kampung. Kebetulan konflik antar kampung itu terjadi persis dekat dengan perumahan guru-guru termasuk tempat tinggal almarhum.

Saat konflik antar kampung itu terjadi, semua guru-guru diungsikan ke Ibu Kota Ditrik Beoga. Karena dikhawatirkan terjadi sesuatu terhadap guru-guru itu.

“Setelah guru-guru diungsikan lalu anggota TPNPB dari kelompok Sabinus Waker masuk ke kampung Julogoma, untuk mengamankan konflik antar kedua kelompok yang bertikai. Setelah konflik antar kampung bisa diamankan, anggota TPNPB tidak keluar dari kampung Julogoma, karena khawatir terjadi konflik susulan,” jelas warga ini.

Disaat yang sama, almarhum kembali membawa barang dagangannya ke rumahnya di kampung Julogoma. Teman teman guru dan masyarakat setempat sudah mengingatkan almarhum agar jangan kembali ke kampung dulu. Setelah TPNPB keluar dari Julugoma, baru mereka bisa kembali ke Julugoma.

Baca PGRI minta negara hadir melindungi para guru di daerah konflik

Namun almarhum ngotot untuk kembali kerumahnya. Ia tak menghiraukan atensi teman-temannya untuk tidak pulang dulu. Setelah tiba di rumahnya ternyata anggota TPNPB ada yang tinggal di rumahnya. Almarhum marah dan meminta anggota TPNBP harus keluar dari rumahnya.

Anggota TPNPB yang sudah mencurigai almarhum sebagai mata-mata aparat keamanan dan masuk dalam daftar hitam TPNPB menembak almarhum sebanyak dua kali hingga meninggal. Lalu rumah almarhum dibakar.

“Kejadian terjadi di SMP Negeri 1 Beoga. Sementara ini mayatnya belum bisa dibawa ke Ilaga Ibu Kota Kabupaten Puncak karena belum ada pesawat yang masuk ke Beoga,” jelas sumber Jubi lainnya yang dihubungi melalui telepon.

Sumber Jubi ini menambahkan TPNPB tidak membakar gedung sekolah. Mereka hanya membakar rumah almarhum.

“Gedung sekolah Julogoma itu masih utuh. Karena lokasi penembakan, lokasi gedung sekolah dan rumah guru itu berbeda tempatnya. Letak sekolah itu berbeda dengan tempat kejadian,” jelasnya.

Sementara konflik antar warga yang menyebabkan TPNPB masuk ke Julugoma terjadi di Kompleks SMP Negeri 1 Beoga.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri sebelumnya menyebutkan korban guru ini tewas karena mengalami luka tembak pada bagian rusuk kanan dan perut sebelah kanan. Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIT.

“Korban ditembak saat berada di kios miliknya. Saat kejadian, pelaku mendatangi korban menggunakan senjata pendek, lalu menembak korban didalam kios,” kata Kapolda.

Menurut Kapolda, saat penembakan terjadi, ada beberapa rekan korban yang juga menjadi guru di Beoga di lokasi kejadian.

Baca Polisi bantah guru korban penembakan adalah mata-mata, TPNPB klaim punya bukti

“Ada saksi dari rekan korban yang juga seorang guru. Mereka ketakutan dan langsung melarikan diri ke dalam hutan untuk berlindung,” lanjut Kapolda.

Kapolda menyebutkan pelaku penembakan guru ini adalah kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen.

“Pelakunya adalah kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen, saat menuju ke Ilaga mereka melakukan penembakan terhadap seorang guru tersebut,” ujar Mathius Fakhiri di Jayapura, Kamis (8/4/2021).

Kapolda mengatakan akan mengambil langkah-langkah penegakan hukum terhadap para pelaku. Kapolda juga menjelaskan situasi masih bisa dikendalikan karena dibantu oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti tokoh agama.

Sumber Jubi mengatakan hingga malam ini (Jumat, 4/9/2021) sekitar pukul 18.00 waktu setempat masih terjadi kontak senjata antara TNI POLRI & TPNPB di Beoga.

“TNI Polri masih melakukan pengejaran TPNPB di Daman sampai Milawak. Dan Anggota TNI/POLRI masih berada di bandara. Meraka saling tembak dan siaga,” jelas sumber Jubi ini. (*)

Editor : Victor Mambor

Hengky Yeimo

Recent Posts

4 mahasiswa yang ditangkap dalam pembubaran demo tolak pemekaran di Nabire dibebaskan

Papua No. 1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi – Kepolisian Resor Nabire menangkap empat…

6 months ago

Persitoli juara Piala Pertiwi, Ketum PSSI puji totalitas Bupati Tolikara

Papua No.1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh…

6 months ago

Widodo Cahyono Putra tetap yakin Persipura bisa cepat bangkit dan kembali ke Liga 1

Papua No.1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi - Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putra…

6 months ago

Walau menang tiga gol, Persipura tetap terdegradasi

Papua No.1 News Portal | Jubi Jayapura, Jubi - Persipura Jayapura akhirnya harus terlempar ke…

6 months ago

Tersangka korupsi dandes beserta barang bukti dilimpahkan ke Kejari Jayawijaya

Papua No.1 News Portal | Jubi Wamena, Jubi - Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya, Kamis (31/3/2022),…

6 months ago

Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura teken MoU dengan Yayasan Internet Indonesia

Papua No.1 News Portal | Jubi Sentani, Jubi - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo)…

6 months ago