Follow our news chanel

Guru-guru Fiji ingatkan pemerintah tentang tuduhan hukuman fisik

papua
Anggota-anggota perserikatan guru, Fiji Teachers Union (FTU), saat menghadiri rapat umum tahunan di Rishikul Sanatan College akhir pekan lalu. - Fiji Times/ Luke Rawalai

Papua No.1 News Portal | Jubi

Suva, Jubi – Perserikatan guru di Fiji, Fiji Teachers Union (FTU), menentang keputusan Kementerian Pendidikan negara itu yang memberhentikan guru setelah guru tersebut menyangkal melakukan hukuman fisik terhadap anak didiknya, kata Sekretaris Jenderal FTU, Agni Deo Singh.

FTU mempertanyakan kemampuan pemerintah dalam menangani tuduhan serius seperti ini dan mengancam akan menuntut pemerintah jika kementerian terkait memecat guru atas tuduhan hukuman fisik terhadap pelajar yang belum terbukti.

Ia menegaskan hal hal ini dalam rapat umum tahunan mereka di aula Rishikul Sanatan College di Nasinu akhir pekan lalu.

“Mulai sekarang kami menantang panel dari kementerian, penyelidikan kementerian, kapasitas penyelidikan, dan kemudian, ketika guru menyangkal melakukan hukuman fisik terhadap anak didik, kami akan mewakili guru itu di pengadilan, sebelumnya kami belum melakukan hal ini,” tegasnya.

Namun Singh juga menekankan pentingnya bagi guru-guru untuk memahami bahwa kementerian tidak menoleransi hukuman fisik kepada pelajar. “Jika Sekretaris Tetap (Kementerian Pendidikan), tanpa melibatkan kepolisian, memberhentikan Anda dan Anda tidak pernah mengakui memberikan hukuman fisik pada pelajarnya, kami akan datang dan membela Anda.”

Dia mengungkapkan serikat itu sudah berhasil membela kasus-kasus yang serupa di hadapan pengadilan. Singh juga mengatakan jika seorang guru berhasil memenangkan kasusnya di pengadilan tanpa diwakili oleh FTU, maka dana yang digunakan untuk membiayai pendampingan hukum mereka akan diganti hingga $ 4.000.

Selain itu, dalam rapat itu para guru juga diingatkan tentang peran mereka masyarakat. Sekitar 500 guru menghadiri pertemuan tersebut.

Loading...
;

Pada Agustus lalu, FBC News, melaporkan bahwa sebuah pengaduan diajukan terhadap polisi terkait kasus dugaan hukuman fisik di Sekolah Luar Biasa di Nadi. Pengaduan itu lalu dibenarkan oleh Menteri Pendidikan, Rosy Akbar. Kementeriannya langsung mengambil tindakan dan memberhentikan kepala sekolah serta guru yang terlibat. Saat itu Akbar menegaskan sekolah adalah tempat yang aman bagi anak-anak dan segala jenis ancaman terhadap keselamatan anak tidak akan ditoleransi. Rekaman dari sekolah tersebut menunjukkan seorang guru menyerang seorang siswa dengan kebutuhan khusus secara fisik. (Fiji Times)

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top