Guru Ini Mengajar Sambil Menjual Ikan

Presiden RI Joko Widodo berbincang-bincang dengan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ketika meninjau pembangunan Pasar Pharaa Sentani, Sabtu, 9 Mei 2015. Di pasar inilah guru Lince Tabuni menjual ikan selepas mengajar di SD Tarfia, Distrik Demta – Jubi/jayapurakab.go.id
Presiden RI Joko Widodo berbincang-bincang dengan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw ketika meninjau pembangunan Pasar Pharaa Sentani, Sabtu, 9 Mei 2015. Di pasar inilah guru Lince Tabuni menjual ikan selepas mengajar di SD Tarfia, Distrik Demta – Jubi/jayapurakab.go.id
Sentani, Jubi – Seorang guru di SD Tarfia, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura bernama Lince Tabuni ternyata tidak hanya mengajar.

Selepas mengajar para murid di SD tersebut, guru asal Kabupaten Lanny Jaya ini masih melanjutkan mencari nafkah dengan menjual ikan hasil tangkapannya di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, sekitar empat jam perjalanan dengan mobil angkutan umum.

Ia berjualan hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan untuk uang sekolah anak-anak, serta membiayai kuliah suaminya pada program studi pendidikan guru SD (PGSD) di Universitas Cenderawasih (Uncen).

Lince Tabuni ketika ditemui Jubi di Sentani, Sabtu pekan lalu mengatakan, saban pagi, sekitar pukul 05.00 WIT, dirinya ke Pasar Phara, Sentani untuk menjual ikan.

“Saya biasa bawa ikan ini satu atau dua boks, tergantung cuaca saja. Ikan dibawa dari Demta,” katanya.

Menurut dia ikan yang dijualnya merupakan hasil tangkapan suaminya yang masih kuliah di Uncen itu.

“Macam-macam ikan untuk dijual dengan harga rata-rata Rp 80.000,” katanya.

Loading...
;

Ia mengaku dari hasil penjualan ikan diperoleh keuntungan sebesar Rp 14.000 sampai Rp 15.000 tiap ekor.

“Dalam satu minggu saya biasa jualan tiga kali. Itu pun di sekolah saya izin dan di sekolah mereka juga sudah tahu kalau saya sedang lanjut dan untuk dari Demta ke kampus Uncen itu membutuhkan biaya yang sangatlah besar sehingga saya berjualan,” katanya.

Seorang pengunjung di pasar Pahara Mama Dhina kepada Jubi mengatakan dirinya lebih memilih ikan-ikan yang masih segar-segar. Harga mahal bukan masalah baginya. Oleh karena itu, ia tak keberatan jika membeli ikan-ikan yang dijual ibu guru Lince.

“Kalau ikan-ikan yang dibawa langsung masih segar. Alami tanpa pengawet. Makanya saya beli,” ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top