HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Guru SD dan SMP Negeri Satu Atap Poom Kepulauan Yapen sudah sebulan mogok mengajar

Guru SD dan SMP Negeri Satu Atap Poom Kepulauan Yapen sudah sebulan mogok mengajar
Guru SD dan SMP Negeri Satu Atap Poom Kepulauan Yapen sudah sebulan mogok mengajar 1 i Papua
Guru SD dan SMP Negeri Satu Atap Poom Kepulauan Yapen sudah sebulan mogok mengajar

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satu Atap Poom, Distrik Poom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua sudah sebulan macet.

Para guru di SD serta SMP tersebut mogok mengajar lantaran tunjangan khusus bagi mereka sudah 3 tahun tidak dibayar pemerintah.

Guru SD dan SMP Negeri Satu Atap Poom Kepulauan Yapen sudah sebulan mogok mengajar 2 i Papua

“Benar, guru-guru di SMP Satu Atap distrik Poom mogok mengajar. Sudah tiga minggu mogok karena tunjangan khusus yang menjadi hak mereka selama tiga tahun tidak dibayar pemerintah,” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri Satu Atap Pom I, Timotius Berotabui, saat dikonfirmasi Jubi, Sabtu (19/10/2019).

Timotius Berotabui menjelaskan bahwa tunjangan khusus yang dibayar per triwulan atau per tiga bulan itu diperuntukan bagi guru-guru yang mengabdi di daerah tertinggal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, karena guru memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa.

Timotius mengaku tunjangan khusus ini tidak pernah dibayar mulai tahun 2016 hingga kini. “Padahal sebelumnya dibayarkan tepat waktu dan langsung masuk ke rekening masing-masing guru,” katanya.

Mengenai besaran tunjangan yang seharusnya diterima para guru, Kepsek yang biasa disapa Timo ini mengaku jumlahnya berbeda sesuai dengan golongan dan pangkat dari para guru. Dia mencontohkan, dirinya per triwulan dibayar Rp9 juta.

Loading...
;

“Kalau besaran tunjangan bervariasi dan disesuaikan dengan golongan serta pangkat dari para guru,” ujarnya.

Menurutnya, masalah ini sudah dilaporkan langsung ke Bupati Kepulauan Yapen dan ke pimpinan Dinas Pendidikan dan Pengajaran namun sampai kini, tidak ada respons dari bupati maupun dinas terkait.

“Secara tertulis, laporan kita sudah sampaikan kepada Bupati Kepulauan Yapen dan juga sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kepulauan Yapen, namun tidak ada respons dan realiasasi, makanya hasil rapat bersama dengan guru, aksi mogok dilanjutkan tanpa batas yang ditentukan,” kata Berotabui.

Senada Kepala Sekolah SD Negeri Satu Atap Poom, Gad Berotabui. Dia mengaku guru-guru SD juga sudah mogok mengajar hampir sebulan. Mereka juga menuntut hak yang sama berupa tunjangan khusus yang belum dibayar.

Akibat aksi mogok ini menyebabkan 297 pelajar dari SD dan SMP itu tidak bersekolah dan terancam tidak mengikuti ujian.

Para siswa terpaksa tinggal dirumah dan sehari-hari mengikuti orangtua berkebun dan memangkur sagu di dusun milik orangtua dan warga setempat. (*)

SD Inpres Satu Atap Poom, Distrik Poom, Kepulauan Yapen, Papua – Jubi/dok pribadi

Editor: Dewi Wulandari

 

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa