Follow our news chanel

Previous
Next

Gustaf Kawer: Jakub Fabian bisa gunakan kompetensi relatif

Papua No. 1 News Portal | Jubi 

Jayapura, Jubi – Gustaf Kawer, pengacara Papua yang kerap menagani kasus – kasus Hak Asasi Manusia (HAM), menilai permintaan Jakub Fabian warga negara Polandia, tertuduh pasal makar harus dipenuhi. Fabian mogok makan dan tidak mau menghadiri sidang lanjutan di PN Wamena pada 8 Januari 2019.

"Pengacara bisa gunakan kompentensi relatif,"ungkap Kawer kepada jurnalis Jubi pada Jumat (11/01/2019) di Waena, kota Jayapura.

Kompetensi atau kekuasaan relatif adalah pembagian kewenangan atau kekuasaan mengadili antar pengadilan negeri. atau dengan kata lain pengadilan negeri mana yang berwenang memeriksa dan memutus perkara.

Kawer menjelaskan prosedurnya. Yakni pengacara tanya klien sejak awal kasus dengan melihat sejumlah pertimbangan hukum. Alasan keamanan dan lokasi kuasa hukum lalu mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung.

"Surati MA, MA akan menerbitkan fatwa,"ungkap dia.

Kata dia, atas dasar fatwa itu, persidangan bisa dipindahkan ke Jayapura atau Timika. Karena, Simon Magal ditangkap di kabupaten Timika.

Loading...
;

Kawer tidak sepakat alasan yang disampaikan pengacara Fabian maupun Simon Magal. Seolah Fabian merugikan Simon Magal, karena aksi menolak menghadiri sidang lanjutan.

Welix Doga mengatakan Fabian mogok makan dan tidak mau mengikuti sidang lanjutan sesuai jadwal pada 8 Januari 2019. Usaha membujuk pihak jaksa dan pihaknya tidak membuahkan hasil.

"Saya tadi sudah di pengadilan, tetapi jaksa telepon suruh datang ke Polres bujuk Jakub untuk hadir ke persidangan karena satu dakwaan dengan Simon, kalau tidak hadir nanti Simon yang dikorbankan, tetapi dia bersikeras tidak mau ikut ke pengadilan,” kata Welis Doga kepada jurnalis Jubi di pengadilan Negeri Wamena (8/01/2019)

Doga mengatakan lanjutan sidanya akan dikoordinasikan lagi dengan tim kuasa hukum lainnya. Dengan harapan Fabian mau mengikuti persidangan tertunda pada 14 Januari 2019.

"Saya pun akan berusaha berbicara dengan Jakub untuk berusaha mengikuti tahapan ini, karena memang kami coba bicara dengan hakim, dimana pengadilan tidak punya hak untuk pindahkan proses persidangan di Jayapura,” ujar Doga.

Tim kuasa hukum Simon Magal, David Maturbongs mengatakan awalnya tim kuasa hukum sama seperti Jakub, yakni berusaha untuk melobi agar lokasi sidang di Wamena dipindahkan ke Jayapura.

“Kami sudah berusaha, tetapi dari Kejaksaan Tinggi sampaikan bahwa hal itu sudah lewat, dimana seharusnya dari awal ada komunikasi dan bermohon ke Mahkamah Agung untuk lokasi sidang ini dipindahkan dari Pengadilan Negeri Wamena ke Pengadilan Negeri Jayapura,” katanya.

Terkait dengan sidang kali ini, ia mengaku memaklumi apa yang terjadi dengan Jakub, tetapi satu sisi pihaknya juga merasa dirugikan, karena kalau semakin lama Jakub melakukan aksi mogoknya itu maka sidang akan semakin terbengkalai. Sebab Simon Magal dan Jakub satu dakwaan.

Gustav Kawer menilai pengacara terkesan ikut-ikutan dengan kehendak hakim atau jaksa yang menangani kasus Fabian dan Magal.

"Bukan ikut saja, karena jaksa mau. Pengacara tidak boleh ikut jaksa dan hakim,"ujar dia kepada jurnalis Jubi di Jayapura, Jumat (11/01/2019)

Kata dia, dakwaan terhadap Fabian dan Simon Magal seharusnya tidak bisa dikaitkan dengan amunisi. Lokasi penangkapan pun tidak tidak bersamaan dan di tempat yang berbeda.

"Simon di Timika dan Jakub di Wamena. Lokasinya beda. Kasus mereka juga tidak bisa dikaitkan dengan amunisi,"ungkap dia.

Kata dia, ada dua kliennya, Isay Wilil dan Alex Wayage yang menjalani sidang atas kepemilikan amunisi yang tidak pernah beli dari Fabian atau Simon Magal. Para kliennya yang sedang menjalani proses hukum, malah mengakunya beli dari aparat.

"Mereka mengaku beli dari polisi bukan Fabian,"ungkap dia.

"Polisi mesti telusuri cerita ini, bukan kait sana dan sini yang tidak ada hubungan hingga sidang berlarut-larut,".(*)

 

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top