Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Hakim bacakan vonis 3 terpidana kasus aksi antirasisme Deiyai

Terpidana Stevanus Pigai (duduk) saat mendengarkan putusan. - Jubi/Abeth You
Hakim bacakan vonis 3 terpidana kasus aksi antirasisme Deiyai 1 i Papua
Terpidana Stevanus Pigai dalam persidangan. – Jubi/Abeth You

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Nabire menjatuhkan vonis sesuai dengan masa penahanan yang dijalani, kepada tiga terdakwa kasus aksi antirasisme Deiyai.

“Atas nama Stevanus Pigai, Mikael Bukega, dan Yosias Iyai yang ditahan sejak 1 September 2019 sampai persidangan hari ini, 6 Maret 2020. Setelah mendengar saksi meringankan dan memberatkan yang pokoknya menyatakan Pasal 160 KUHP juncto 55, menyatakan memvonis [terdakwa] lima bulan 22 hari,” kata Hakim Ketua, Erenst Jannes Ulaen S.H M.H. saat membacakan amar putusan di PN Nabire, Jumat, (6/3/2020).

Kata hakim, tepat pada hari putusan ketiga terdakwa bebas dari tahanan, karena dikurangi masa penahanan. “Kalau jaksa merasa keberatan atas putusan ini, kami memberikan kesempatan untuk banding selama tujuh hari, mulai hari ini,” katanya.

Penasihat Hukum terdakwa, Emanuel Gobai S.H M.H, mengatakan pihaknya kecewa atas putusan ini karena dinilai tidak konsisten terhadap waktu kejadian, pada 28 Agustus 2019.

Gobai menegaskan, dalam dalil hakim untuk menguraikan unsur menghasut, hakim menggunakan fakta pada 26 Agustus 2019, padahal peristiwa yang menjadi dasar persoalan yakni pada 28 Agustus 2019.

“Semestinya, unsur menghasut tidak terbukti berdasarkan keterangan fakta pada persidangan. Ya, harusnya terpidana bebas demi hukum, karena unsur menghasut tidak terbukti,” ujarnya.

Loading...
;

Menurut dia, karena sesuai dengan keterangan ahli pidana yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di persidangan, menyatakan bahwa apabila salah satu unsur pidana dalam pasal yang didakwakan tidak terbukti, maka pasal yang didakwakan juga tidak terbukti.

“Kami juga mengapresiasi karena dalam putusan ini, majelis hakim mengakui adanya korban jiwa dan korban luka-luka pada masyarakat sipil, termasuk para terdakwa,” katanya.

Selanjutnya, berkaitan dengan vonis lima bulan 22 hari ini, ia tegaskan, hakim memberikan vonis sesuai dengan yang telah dijalani oleh ketiga orang terdakwa, maka ketiganya langsung dinyatakan bebas.

“Berkaitan dengan upaya hukum atas putusan ini, PH, ketiga terpidana dan keluarga masih akan berdiskusi lebih lanjut,” ujarnya. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top