TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Hampir 5 ribu warga Hong Kong ajukan visa Inggris, kabur dari represif aparat China

Papua
ilustrasi, identitas kewarganegraan, wikipedia.com

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Hampir 5 ribu warga Hong Kong telah mengajukan untuk tinggal, bekerja, dan belajar di Inggris, di bawah skema visa baru yang membuka jalan menuju kewarganegaraan Inggris. Surat kabar The Times melaporkan mereka melarikan diri dari tindakan keras China di Hong Kong.

Inggris telah membuat perubahan pada aturan visanya untuk memberi jutaan penduduk Hong Kong kesempatan menetap di Inggris setelah Cina memberlakukan Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong, yang menurut para aktivis demokrasi akan mengakhiri kebebasan yang dijanjikan ke bekas koloni Inggris itu pada tahun 1997.

Baca juga : Tiga intel China di Inggris disebut nyamar menjadi wartawan 

Hambatan-hambatan migrasi tenaga kerja ahli dari Pasifik ke Australia 

Tokoh pro demokrasi Hong Kong ditangkap polisi

Reuters, (19/2/2021) mengutip aturan baru visa baru Inggris yang menyebut penduduk Hong Kong pemegang paspor British National Overseas (BNO) akan diizinkan tinggal di Inggris selama lima tahun dan kemudian mengajukan “status menetap” dan kewarganegaraan.

Selama ini sekitar setengah dari 5 ribu permohonan yang diterima berasal dari warga Hong Kong yang sudah berada di Inggris, The Times melaporkan, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Sekitar 5,4 juta warga Hongkong bisa memenuhi syarat untuk mengajukan kewarganegaraan Inggris di bawah skema tersebut. Orang-orang itu telah ditawari tempat tinggal sementara di Inggris Raya setelah melarikan diri dari tindakan keras UU Keamanan Nasional Hong Kong sambil menunggu perubahan visa.

Kementerian dalam negeri Inggris menolak berkomentar tentang informasi yang bocor oleh The Times. Seorang juru bicara mengatakan data tersebut akan dipublikasikan dalam beberapa bulan mendatang.

Inggris dan China telah berseteru selama berbulan-bulan tentang upaya Cina untuk membungkam perbedaan pendapat di Hong Kong setelah protes pro-demokrasi pada 2019 dan 2020.

Bendera Inggris diturunkan di atas Hong Kong ketika koloni itu diserahkan kembali ke China pada tahun 1997, setelah 150 tahun di bawah pemerintahan Inggris. Inggris memerintah Hong Kong setelah mengalahkan China dalam Perang Opium Pertama.

Otonomi Hong Kong dijamin di bawah perjanjian “satu negara, dua sistem” yang diabadikan dalam Deklarasi Bersama Sino-Inggris 1984 yang ditandatangani oleh Perdana Menteri China Zhao Ziyang dan Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher.

China mengatakan pandangan Inggris tentang Hong Kong masih dikaburkan dengan penyakit lama kekaisaran. Menurut China Hong Kong membutuhkan undang-undang keamanan nasional untuk melawan kerusuhan yang merusak. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us