HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Hanya tiga pedagang yang bertahan di Pasar Doyo Baru

Kondisi Pasar Doyo Lama, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, saat ini – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pasar Doyo Baru di Distrik Waibhu Kabupaten Jayapura yang diresmikan Februari 2016 silam, awal tahun 2020 ini kondisinya memprihatinkan karena tak terurus. Hanya tiga pedagang yang hingga kini masih berjualan di pasar tersebut.

Di pasar yang tidak terlalu luas dan hanya dapat menampung pedagang yang tidak terlalu banyak itu, sebagian meja untuk pedagang mulai lapuk. Terali besi yang dulunya terpasang rapi dan terkunci kuat, kini satu per satu mulai berkarat dan rusak. Sementara rumput liar tumbuh tinggi serta tenda-tenda yang semakin lapuk tersengat sinar matahari dan guyuran air hujan.

Ibu Ima, salah seorang pedagang yang memilih tetap berjualan di Pasar Doyo Baru, mengatakan pasar ini masih terlihat sepi hingga saat ini.

“Ya, tetap seperti ini saja, tidak ada aktivitas yang berjualan di dalam pasar ini. Hanya kami, tiga kios ini saja yang masih tetap bertahan berjualan di pasar ini,” jelas Ima, ketika ditemui Jubi, Selasa (11/2/2020).

Walaupun berbagai upaya dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk menertibkan para pedagang di eks pasar lama Sentani dan ‘pasar kaget’ di seputaran kota Sentani, namun hingga kini upaya tersebut belum berhasil. Buktinya, hanya tiga pedagang yang sampai saat ini bertahan di pasar rakyat tersebut.

“Pedagang itu mereka sudah disuruh masuk kembali berjualan di sini tapi ya begitu sudah, mereka tetap bertahan berjualan di polres sana, mungkin karena di sini sepi pembeli atau bagaimana kami juga tidak tahu,” jelas Ima.

Loading...
;

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura mencari solusi agar pasar tersebut dapat berfungsi maksimal.

“Kami cuma mau itu pedagang-pedagang yang macam di polres, pertigaan Gunung Merah, dan pasar-pasar kecil yang lain itu disatukan semua di pasar ini. Karena terpisah-pisah, jadi pembeli juga bingung mau beli di mana. Buah di tempat lain, sayur tempat lain, ikan juga di tempat lain, begitu jadi kami minta disatukan saja. Kalau semua di satu tempat maka pembeli itu dengan mudah untuk menjangkau semua itu,” harapnya.

Baca juga  Aksi mogok hari ke-8, bandara di Fiji batasi pesawat

Lebih jauh Ima menuturkan pasar ini sangat baik, lebih lengkap fasilitasnya, semua tersedia baik air listrik maupun penerangan.

“Seharusnya itu pedagang-pedagang yang ada di polres sudah tidak berjualan di sana. Pernah juga dari pihak kepolisian dan Satpol PP itu melakukan penertiban, tapi ya begitu, mereka cuma datang sebentar terus sorenya kembali berjualan di sana (polres),” jelas Selfinus, warga Doyo Baru.

Ia berharap pemerintah tidak hanya menertibkan namun tidak memberi pengawalan kepada pedagang yang berjualan di pasar tersebut.

“Setelah ditertibkan, mereka harus dijaga agar tidak kembali (ke tempat berjualan yang lama). Yang paling penting itu pemerintah harus mencari tahu apa sebabnya (para pedagang tidak mau berjualan di pasar), dari situ baru akan ada solusi, tidak bisa hanya diri suruh masuk dan masuk. Saya berpikir bagian ini yang pemerintah kurang jeli,” tuturnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

 

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa