Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Harga cabai di Pasar Hamadi turun

Cabai yang dijual pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua - Jubi/Ramah
Harga cabai di Pasar Hamadi turun 1 i Papua
Cabai yang dijual pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Harga komoditas pertanian seperti cabai kecil, cabaj keriting dan cabai besar di Pasar Hamadi, Kota Jayapura, Papua terpantau sedang mengalami penurunan. Penurunan harga jual cabai itu terjadi karena panenan petani cabai di sekitar Kota Jayapura melimpah.

Seorang pedagang komoditas pertanian di Pasar Hamadi, Majid mengatakan, cabai kecil pada Jumat (8/3/2019) dijual Rp60 ribu per kilogram, turun dari harga pada awal pekan ini yang berkisar Rp80 ribu per kilogram. Harga cabai besar dan cabai keriting masing-masing turun dari harga Rp60 ribu per kilogram pada awal pekan, menjadi Rp40 ribu per kilogram per Jumat.

Harga cabai di Pasar Hamadi turun 2 i Papua

Menurut Majib, cabai yang dijual di Pasar Hamadi dipasok dari para petani di Koya, Kota Jayapura, dan petani Arso di Kabupaten Keerom. Harga cabai di pasar itu juga dipengaruhi pasokan cabai dari Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong, Papua Barat, yang cenderung lebih murah dibandingkan cabai dari Koya dan Arso.

Akan tetapi, penurunan harga cabai yang terjadi sejak Kamis itu disebabkan melimpahnya panenan petani cabai di Koya dan Arso. “Harga baru turun mulai Kamis pekan ini. Sekarang ketersediaan berbagai jenis cabai melimpah, karena panenan petani banyak,” kata Majid. Menurut Majid.

Supriyanto, pedagang Pasar Hamadi, mengatakan harga cabai di Pasar Hamadi memang berubah-ubah, bergantung ketersediaan cabai. “Harga cabai akan semakin murah jika cabai kiriman dari Sorong dan Manokwari masuk, pasti harga cabai lokal jatuh,” kata Supriyanto yang setiap hari bisa menjual 50 kilogram cabai beragam jenis itu.

Pedagang cabai lainnya, Nur, berharap berharap pasokan cabai dari Koya dan Arso akan lebih stabil, sehingga tidak terlalu bergantung pasokan dari Sorong dan Manokwari. “(Pasokan cabai yang stabil) bisa mengangkat perekonomian petani dengan hasil melimpah dan musim tanam yang bagus. Petani harus mendapatkan pendampingan agar meningkatkan produksi pertanian lokal,” ujarnya.(*)

Loading...
;

Editor: Aryo Wisanggeni G

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top