Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Harga gula pasir merangkak naik, penjualan turun

Seorang karyawan toko sembako sedang memasukkan gula pasir ke dalam karung - Jubi/Ramah
Harga gula pasir merangkak naik, penjualan turun 1 i Papua
Salah seorang pedagang saat sedang merapikan gula pasir ke dalam karung – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Harga gula pasir di sejumlah pasar tradisional di Kota Jayapura rata-rata merangkak naik. Saat ini harga gula pasir di berada di level Rp17.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Hamadi, Haris, mengatakan naiknya harga jual gula pasir terjadi sejak Januari 2020.

Harga gula pasir merangkak naik, penjualan turun 2 i Papua

“Sebelumnya Rp13.000, naik lagi menjadi Rp14.000, terus naik lagi Rp15.000, tidak lama kemudian naik lagiRp16.000, dan sekarang menjadi Rp17.000,” ujar Haris, Kamis (19/3/2020).

Haris mengaku melonjaknya harga jual gula pasir karena tidak ada impor, meningkatnya permintaan oleh masyarakat yang membuat stok mulai menipis.

“Di distributor juga kosong. Saya beli satu karung ukuran 50 kilogram Rp800 ribu. Saya cuma ambil untuk Rp1.000 saja. Penjual dan pembeli mengeluh semua. Kalau pembeli berkurang, biasanya satu hari bisa habis dua sak, sekarang satu sak satu hari,” jelas Haris.

Pedagang lainnya sembako lainnya, Haji Mansur, mengaku tak hanya pedagang yang merasakan dampaknya, pembeli juga ikut gigit jari, apalagi penjual kue.

Loading...
;

“Saya beli sama tangan kedua di Surabaya satu sak Rp775 ribu. Mungkin kalau beli di Bulog agar murah,” ujar Haji Mansur.

Selain gula, dikatakan Haji Mansur, telur, minyak goreng, dan tepung juga ikut naik.

“Tapi yang saya lihat yang paling menonjol naiknya ini gula pasir. Saya dengar informasi dari sales-sales di Jawa, katanya susah cari gula sehingga dari faktor ini harga jual di daerah naik,” jelas Haji Mansur.

Salah satu penjual kue di Pasar Hamadi, Endang, mengaku harus mengurangi ukuran kue yang dibuatnya karena gula mahal.

“Biasanya kalau lagi murah saya bikin kue normal tapi kalau lagi mahal begini saya kurangi ukurannya tanpa harus mengurangi takaran atau adonannya,” jelas Endang. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top