Harga kulakan sirih di Pasar Pharaa melompat naik hampir tiga kali lipat

Harga kulakan sirih di Pasar Pharaa melompat naik hampir tiga kali lipat 1 i Papua
Buah sirih. – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Sejak dua pekan lalu, harga kulakan sirih di Pasar Pharaa, Sentani, Kabupaten Jayapura naik dua hingga tiga kali lipat dibandingkan harga normalnya. Harga sirih biasanya berkisar Rp30 ribu – hingga Rp35 ribu per kilogram, namun pada Jumat (21/2/2020) harga sirih telah mencapai kisaran Rp80 ribu – Rp95 ribu per kilogram.

Di Papua, buah sirih biasa dikonsumsi dengan dikunyah bersama pinang dan kapur. Perpaduan rasa pinang dan rasa buah sirih serta kapur sangat digemari masyarakat Papua. Masyarakat di Papua tidak terbiasa mengonsumsi pinang bersama daun sirih, sehingga buah sirih sangat dibutuhkan di Papua.

Salah satu penjual pinang-sirih di Pasar Pharaa, Mama Ana Suebu menjelaskan kenaikan harga sirih murah terjadi sejak dua pekan lalu. “Harga sirih sudah naik sejak dua minggu lalu. Kenaikan harga itu mencapai Rp80-95 ribu. [Untuk membeli] satu kantong plastik berisi sirih 10 kilo, itu kena Rp800 ribu,” ujar Mama Ana.

Mama Ana menyebut harga sirih melonjak karena berkurangnya pasokan sirih di Sentani. Pasokan sirih berkurang banyak karena cuaca yang kerap berganti ekstrem, beralih dari hujan deras menjadi panas, dan sebaliknya. “Fakto cuaca to, jadi dari kebun itu juga sedikit. Kalau memang tidak ada sama sekali, berarti saya [akan] datangkan sirih dari Merauke,” ucapnya.

Menurutnya, harga sirih akan semakin melambung jika pasokan sirih terhenti. “Kalau memang tidak ada [pasokan] sama sekali, [harga sirih] itu bisa mencapai Rp100-150 ribu [per kilogram]. Di saat naik begini, saya beli satu kantong [isi 10 kilogram] saja, dan itu habis dua hari,” kata Mama Ana.

Kenaikan harga sirih itu membuat Mama Ana tidak bisa menghitung keuntungannya berjualan pinang-sirih di Pasar Pharaa. “Kalau naik, pendapatan tidak bisa dipastikan. Kalau harga sirih normal, itu boleh, dalam sehari bisa dapat [keuntungan kotor] 200 ribu,” ucap Mama Ana.

Loading...
;

Pedagang pinang lain di Pasar Pharaa, Nekilera Tabuni mengeluh karena kesulitan mendapat sirih di Sentani, sementara pasokan buah pinang tetap melimpah.  “Saya belih pinang banyak, tapi harga sirih yang mahal ini. Susah pastikan nanti mau dapat berapa. Paling saya ambil satu kilogram saja. Mau ambil banyak juga nanti keuntungannya juga belum bisa di pastikan jadi,” ucap Tabuni.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top