Follow our news chanel

Harga masker di Nabire melambung tinggi

Harga masker di Nabire melambung tinggi 1 i Papua
Antrean pembelian masker di apotek K 24 – 19 – Jubi/Titus Ruban.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Harga maker di salah satu apotek yakni K 24 di Nabire melambung per Rabu (25/3) siang. Sebelumnya, harga masker mencapai Rp168.000 per dos yang isinya 50 buah. Kemudian ada juga harga mencapai Rp. 10.000 perbuah di apotek yang sama.

Seorang ibu rumah tangga, Indah Wahyuni mengatakan hari ini ia membeli masker di apotek tersebut dengan harga Rp 35.000 (tiga puluh ribu rupiah) per dos yang isinya lima buah.

“Saya pas lewat ada orang antrean. Jadi ikut dan beli masker. Tapi harga sudah naik. Padahal sebelumnya kalau normal kami beli 6 buah Rp.10.000,” kata Wahyuni ke pada Jubi, Rabu (25/3/2020).

Wahyuni mengaku, dia khawatir dengan penyebaran Covid – 19 sehingga perlu untuk mencari masker guna melindungi diri dan keluarga.“Tapi biarpun harga naik tidak apalah. Asal kami dapat dan bisa beli,” ujarnya.

Seorang ibu lainnya, Marselina juga mengaku mencari masker sebagai pelindung diri. Bagi dia, masker sangat berguna sebab selain menangkal pandemi saat ini, tetapi lebih kepada pelindung saat berkendaraan di
jalan.

Loading...
;

“Saya mau lindungi diri. Tapi memang saya suka pakai masker sebab kalau di jalan biasa asap kendaraan dan debu, termasuk kalau kita lewat di dekat TPS pasti ada bauh sampah,” kata dia.

Sebelumnya, Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Daniel Maipon mengatakan, pihaknya, telah melakukan pertemuan dengan pemilik toko obat dan apotek.Pemerintah meminta mereka bekerjasama dengan menjual masker dan hand sanitizer dengan harga yang wajar.

Apabila mereka menjual kedua jenis barang tersebut dari luar Nabire dengan harga tidak sewajarnya, maka wajib untuk melaporkannya ke posko gugus tugas dan nantinya akan dilanjutkan ke bidang farmasi terkait
dengan bidang tugas.

“Agar Pemkab dapat mengetahui dan memantau harga dan ketersediaan masker. Sehingga tidak terjadi kesalapahaman di tengah –masyarakat. Sebab ada control dari pemerintah,” jelasnya.

Belum ada keterangan dari pemilik apotek tersebut. Namun seorang petugas yang berjaga mengungkapkan bahwa stok sebenarnya ada, tapi masih di gudang. Pihaknya ingin terlebih dahulu melaporkan kepada
pemerintah daerah baru menjual.

“ Tapi sudah keburu diserbu masyarakat jadi terpaksa kami keluarkan,” kata petugas
yang enggan memberitahu namanya ini. (*)

Editor: Syam Terrajana

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top