Follow our news chanel

Previous
Next

Harga minyak jatuh setelah Saudi Aramco perintahkan peningkatan produksi

Ilustrasi, pixabay.com
Harga minyak jatuh setelah Saudi Aramco perintahkan peningkatan produksi 1 i Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 1,43 dolar AS atau 3,8 persen, menjadi ditutup pada 35,79 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

New York, Jubi – Harga minyak turun pada akhir perdagangan pada Kamis, setelah perusahaan minyak Saudi Aramco telah diarahkan oleh kementerian energi Arab Saudi untuk meningkatkan kapasitas produksi. Tercatat inyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman April, merosot 1,38 dolar AS atau 4,0 persen menjadi menetap pada 32,98 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 1,43 dolar AS atau 3,8 persen, menjadi ditutup pada 35,79 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Presiden dan CEO Aramco Amin H. Nasser, mengatakan bahwa perusahaan telah diarahkan oleh Kementerian Energi untuk meningkatkan kapasitas maksimum yang berkelanjutan dari 12 juta menjadi 13 juta barel per hari.

Baca jugaHarga minyak dunia melonjak saat kilang di Libya ditutup

Harga minyak dunia naik saat persediaan AS turun

Loading...
;

Minyak Dunia Berbalik Naik Karena Laporan IEA

Kegagalan untuk mencapai kesepakatan pekan lalu tentang pengurangan produksi minyak antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, sebelumnya telah mengirim harga minyak ke dalam keadaan menukik dan memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.

Pasar juga di bawah tekanan setelah data menunjukkan kenaikan dalam stok minyak mentah AS. Untuk pekan yang berakhir 6 Maret, persediaan minyak mentah komersial AS atau tidak termasuk dalam Cadangan Minyak Strategis meningkat sebesar 7,7 juta barel dari pekan sebelumnya.

“Fase fluktuasi harga nyata ini kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu,” kata Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan dikutip Xinhua. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top