Follow our news chanel

Previous
Next

Harga pinang di Pasar Pharaa Sentani murah namun sepi pembeli

Penjual pinang di Pasar Pharaa Sentani - Jubi/Yance Wenda
Harga pinang di Pasar Pharaa Sentani murah namun sepi pembeli 1 i Papua
Penjual pinang di Pasar Pharaa Sentani – Jubi/Yance Wenda

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pada musim kemarau panjang harga pinang menjadi mahal karena stok terbatas, berbeda dengan musim kemarau kali ini, ternyata harga pinang masih tetap stabil.

Pince Ohee, seorang penjual pinang di Pasar Pharaa Sentani, mengatakan walau kondisi saat ini musim panas namun tidak berpengaruh pada harga jual pinang.

“Memang sekarang itu panas tapi harga jual pinang tidak terlalu mahal dan stoknya juga masih ada. Masyarakat dari kabupaten ini masih bawa pinang untuk dijual,” jelasnya kepada Jubi di Sentani, awal pekan ini.

Kata Pince jika harga jual pinang terjadi kenaikan itu karena stok yang masuk jumlahnya berkurang, sehingga harga naik.

“Kalau sudah tidak ada pinang itu satu oki (rangkai pinang-Red) itu saja paling mahal kena Rp300 ribu sampai Rp500 ribu,” jelasnya.

Pinang yang dijual Pince di Pasar Pharaa selain ia beli dari masyarakat yang dating ke pasar, juga membaw dari hasil kebun sendiri.

Loading...
;

“Saya kalau beli di mama-mama yang bawa itu bisa satu sampai dua oki saja karena saya juga ada yang bawa dari rumah,” tutur Pince Ohee.

Dengan kondisi seperti ini, soal pendapatan yang ia dapat dalam sehari itu sangat tidak menentu.

“Pendapatan itu tidak bisa dipastikan karena walau harga normal tapi pembeli sepi, mungkin karena situasi ini kah apa e jadi pembeli sepi, kalau kita bisa dapat lebih itu kalau harga pas naik itu saja,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Anike Wenda, mengatakan sebagai pengonsumsi pinang dan juga sebagai penjual pinang, melihat harga pinang di pasar dan di luar pasar berbeda jauh.

“Kemarin saja itu ada yang tawar pinang Rp500 ribu, itu di dalam satu ikat itu ada 4-5 oki pinang, kami tawar tapi susah juga,” jelasnya.

Untuk saat seperti ini  dengan harga pinang dan buah pinang juga yang belum begitu bagus ia memilih membeli dalam jumlah sedikit.

“Kalau yang biasa jualan itu kalau beli buah pinang itu yang buahnya sudah pas boleh tapi kalau masih muda dan berair itu pembeli justru malas datang untuk beli lagi nanti, jadi kita yang penjual ini kadang takut juga,” kata Anike Wenda. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top