Harga yang ditentukan pemerintah dikhawatirkan picu inflasi

Jubi | Tetap No. 1 di Tanah Papua
 
Jayapura, Jubi – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua mengkhawatirkan harga yang ditentukan pemerintah atau Administered Prices (AP) akan mengganggu inflasi di Papua pada triwulan III Tahun 2017 mendatang.
 
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Joko Supratikto mengatakan, tekanan harga dari kelompok AP dan Volatile Food (bahan makanan yang harganya sangat fluktuatif) menjadi faktor dominan pemicu inflasi pada triwulan laporan.
 
Secara spasial, Kabupaten Merauke mengalami inflasi sebesar 5,93% (yoy) lebih tinggi dibandingkan Kota Jayapura yang sebesar 3,16% (yoy).
 
"Dari sisi tekanan harga, inflasi pada triwulan III 2017 diperkirakan berada pada kisaran 4,2%-4,6% (yoy) dengan kecenderungan bias atas, tekanan inflasi Administered Price diperkirakan berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan inflasi, kondisi ini menyebabkan tekanan inflasi 2017 berpotensi lebih tinggi dari 2016 dan berada rentang 5,5%-5,9% (yoy)," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers BI dengan Direktor Jenderal Pembendaharaan Daerah ( DJPB), Selasa ( 20/6/2017).
 
Memasuki triwulan II 2017, tingkat harga diperkirakan masih relatif terkendali. Hingga posisi Mei 2017, tingkat harga barang dan jasa di Papua terkoreksi dan tercatat mengalami deflasi sebesar -0,07% (mtm). Selain itu, tren tekanan inflasi Papua selama puasa-lebaran dalam 7 tahun terakhir (2010-2016) justru cenderung mengalami penurunan, terutama setelah 2013.
 
Dalam kurun waktu tersebut, rata-rata inflasi bulanan pada puasa-lebaran di Papua berada pada kisaran 0,8% (mtm). Kondisi tersebut juga diperkuat oleh hasil Survei Konsumen Bank Indonesia, dimana ekspektasi/ persepsi masyarakat di Papua terhadap tekanan harga cenderung stabil terutama sejak 2015 hingga saat ini.
 
Kepala Badan Pusat Statistik Papua, Simon Sapari dalam rilis berita statistik mengungkapkan, triwulan pertama 2017 mengalami kontraksi pertumbuhan  yang signifikan yang dipicu dengan bidang pertambangan. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top