Follow our news chanel

Hari pencoblosan, masih banyak atribut kampanye di Kota Jayapura

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Penyelengara pemilihan kepala daerah kota Jayapura rupanya tidak melakukan penertiban atribut kampanye secara tuntas. Masih saja ada atribut kampanye yang bersifat mengajak warga memilih coblos dalam bentuk contoh surat suara maupun spanduk yang terlihat di sejumlah tempat.

“BTM-HaRus Terbukti..Ingat Coblos Nomor 1,” tulisan dalam salah satu spanduk berukuran satu kali 10 meter yang terpampang di jalan Sosial Pandang Bulan, Kelurahan Hedam, Distrik Heram Kota Jayapura, Papua.

Lokasi lain, berjarak kurang lebih 200 meter, terpampang satu spanduk lagi dengan ukuran lebih besar. “BTM-HarRus Lanjutkan. Pace Tra Kosong,” tulis dalam spanduk di mata jalan masuk Tempat Pemungutan Suara (TPS) 10 dan TPS 11 itu.

Satu kilometer dari lokasi itu, spanduk besar juga terpampang di kantor Partai Gerindra Kota Jayapura.

Di depan kantor Partai Amanat Nasional Kota Jayapura yang berada di kelurahan Entrop terpampang contoh surat suara. Dalam contoh suara suarah itu jelas-jelas mengajak warga memilih pasangan BTM-HaRus.

“Pace…mace… adik… kaka… Jagan Lupa tanggal 15 Februari datang ke TPS dan coblos saja yang ada gambarnya,” tulis dalam contoh suarat suara yang tidak jauh dari TPS 15, 6,7 Kelurahan Entrop itu.

Loading...
;

Namun beberapa warga yang masuk dalam daftar pemilih di beberapa TPS mengaku tidak terpengaruh spanduk dan baliho tersebut.

“Saya tidak terpegaruh dengan orang partai punya kampanye itu. Saya punya pilihan sendiri. Mau coblos ada gambar atau kolom kosong itu hak saya,” ujar Maria Puhiri, warga Abepura, kepada Jubi di Abepura usai mencoblos di TPS 05 Kelurahan Herdam.

Maria mengaku memilih karena ajakan seperti itu sudah bukan zamanya lagi.

“Masyarakat sudah pintar dengan mengikuti informasi media cetak dan teknologi jadi kami tahu menentukan pilihan,” ujarnya.

Direktur Eksekutif LP3BH, Yan Christian Warinussy, mengatakan pelaksanan Pilkada di Papua sangat pura-pura. Sistem hingga pelaksanannya penuh dengan permainan yang menguntungkan calon-calon tertentu.

“Demokrasi semu di tanah Papua,” ujarnya kepada Jubi melalui pesan elekotronik kepada jurnalis Jubi. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top