Halaman Kerjasama
Kampanye 3M
(Memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan)

Jubi Papua

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

Author :

PPKM Mikro di Kabupaten Jayapura, Papua
Suasana eks Pasar Lama Sentani pada hari pertama pembatasan aktivitas, Rabu (14/7/2021) malam. - Jubi/Engel Wally

Hari pertama pembatasan waktu di Kabupaten Jayapura belum efektif

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Hari pertama penerapan pembatasan waktu beraktivitas bagi warga Kabupaten Jayapura pada Rabu (14/7/2021) belum efektif, karena masih banyak warga beraktivitas di atas pukul 18.00 WP. Aktivitas warga terlihat di kawasan pasar maupun sejumlah jalan utama Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Mulai Rabu, Pemerintah Kabupaten Jayapura di Papua menerapkan pembatasan waktu beraktivitas warganya lewat Surat Edaran Bupati Jayapura Nomor : 440/81/SE/SET tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. Warga hanya diizinkan beraktivitas hingga pukul 18.00 WP, demi mengurangi penularan COVID-19 di Kabupaten Jayapura.

Akan tetapi, pembatasan waktu beraktivitas di atas pukul 18.00 WP itu belum efektif dijalankan. Di kawasan eks Pasar Lama Sentani misalnya, warga masyarakat masih melakukan aktifitas jual-beli. Para pedagang kios, warung, toko dan lapak masih berjualan sambil menunggu apakah ada patroli petugas yang menertibkan mereka.

Situasi serupa terlihat di sejumlah ruas jalan utama Sentani. Berbagai kios, toko besar, maupun toko handphone masih buka dan berjualan seperti biasa.

Baca juga: Mulai Rabu, warga Kabupaten Jayapura hanya bisa beraktivitas sampai jam 18.00

Salah satu tukang ojek di pangkalan eks Pasar Lama, Mansur mengatakan para warga dan para pedagang sebenarnya menunggu kedatangan patroli petugas. Sebagian kios dan warung sudah menutup setengah pintunya, walaupun masih ada orang yang belanja atau makan di dalamnya. “Nanti pas petugas datang, pintunya di tutup,” ujar Mansur saat ditemui pada Rabu malam.

Meski banyak warga yang beraktivitas di malam hari, Mansur menyatakan pendapatannya pada Rabu merosot drastis dibandingkan hari sebelumnya. Padahal biasanya ia mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp300 ribu per hari, setelah dipotong ongkos bensin dan makan.

Loading...
;

Menurutnya, jumlah penumpang ojek pada malam hari biasanya lebih banyak dibandingkan penumpang pada siang hari, sehingga pembatasan waktu beraktivitas itu akan membuat pendapatan tukang ojek berkurang banyak. “Penumpang kebanyakan keluar malam hari, karena di eks Pasar Lama warung makan buka sampai pagi. Dengan pembatasan waktu beraktivitas seperti ini, pasti pendapatan kami juga menurun, ” kata Mansur.

Pedagang sayur dan pinang di eks Pasar Lama Sentani, Ester Jikwa menuturkan, pembatasan waktu aktivitas juga membuat pendapatannya berkurang. Ia menilai pembatasan waktu beraktivitas itu justru merugikan masyarakat kecil.

“Pejabat pemerintah hanya enak-enak saja di rumah, setiap bulan ada gaji. Kami yang masyarakat kecil berusaha dengan sekuat tenaga untuk mencukupi dan menafkahi keluarga, tidak bisa berbuat banyak. Apalagi dengan pembatasan waktu seperti itu, ” ujarnya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Scroll to Top