HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Hari pertama sekolah, banyak guru dan siswa SD YPPK Titigi tidak hadir

Foto ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019.- IST
Foto ilustrasi, pendaratan pasukan TNI menggunakan helikopter di lapangan terbang Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Desember 2019.- IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi โ€“ Wakil Ketua Kelompok Kerja Perempuan Majelis Rakyat Papua, Siska Abugau mengatakan tingkat kehadiran siswa dan guru-guru SDย YPPK Titigi di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada hari pertama sekolah, Senin (6/1/2020), rendah. Hal itu disebabkan sejumlah guru dan murid yang mengungsi ke Nabire belum kembali ke Intan Jaya.

Hal itu dinyatakan Siska Abugau di Jayapura, pada Senin. “Guru-guru yang mengungsi ke Nabire belum naik [kembali ke Titigi]. Siswa yang [tinggal] jauh dari sekolah atau mengungsi ke hutan bersama orangtuanya juga belum bersekolah,” kata Abugau kepada Jubi.

Menurutnya, siswa yang mengungsi di kompleks gereja di mana SD YPPK Titigi berada pada Senin telah datang ke sekolah. Akan tetapi, para siswa baru datang bersekolah setelah dijemput oleh pastor. “Pastor mengajak siswa tetap ke sekolah, walaupun tidak ada guru. Kalau tidak ke sekolah, anak-anak makin trauma,”ungkap Abugau.

Ratusan warga Intan Jaya yang mengungsi pasca terjadinya kontak senjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di Intan Jaya. Kontak senjata antara lain terjadi pada 17 Desember 2020 lalu, menewaskan dua prajurit TNI, Letnan Satu EZ Sidabutar dan Sersan Dua R Rizky.

Pasca itu, aparat keamanan menambah pasukannya di Intan Jaya. Warga melaporkan pergerakan pasukan dari kedua kubu terjadi di Kampung Bulapa, Ugimba Titigi, Dgusiga, Hitadipa dan Pugisiga, sehinga warga sipil di sana mengungsi. Ada warga warga sipil mengungsi ke kompleks gereja di Titigi, memasuki hutan yang sulit dijangkau, dan ada pula warga yang mengungsi ke kabupaten lain, termasuk Nabire.

Situasi itu mempengaruhi tingkat kehadiran guru dan murid di SD YPPK Titigi pasca liburan Natal dan Tahun Baru. Pada Senin, hanya ada dua guru yang datang ke sekolah. Salah guru itu adalah guru tetap, dan seorang lainnya masih dalam proses mutasi dari Jayapura ke Kabupaten Intan Jaya.

Loading...
;

“Keduanya orang asli [Intan Jaya]. Satunya adalah guru yang [belum] punya SK [penugasan di Intan Jaya], tetapi saya minta bantu mengajar. [Permintaan itu saya sampaikan] waktu [kami] bicara lewat [sambungan] telepon,” kata Abugau.

Menurutnya, para siswa yang jauh dari kompleks gereja memilih tidak datang bersekolah pada Senin. Para siswa dan orangtua mereka trauma dengan serangkaian kontak senjata yang terjadi sejak 17 Desember 2019, membuat mereka tidak berani berjalan jauh menuju sekolah. Selain itu, tentara masih terlihat berjaga-jaga di jalan, dan berjaga di okasi yang tidak jauh dari kompleks sekolah.

“Anak-anak masih takut jalan sendiri. Apa lagi ini jalan kaki ke sekolah melewati jalan utama yang ada pasukan,” kata Abugau.

Sebelumnya, pada Minggu (5/1/2020), Pastor Paroki Titigi, RD Yance Yogi menyatakan situasi keamanan di Titigi belum sepenuhnya pulih, sehingga ia ragu para guru dan murid akan kembali masuk sekolah pada Senin. “Situasi tidak menjamin, jadi saya belum bisa pastikan kehadiran [mereka pada Senin],” kata Pastor Yance Yogi.

Meskipun demikian, ia mendorong para guru dan siswa yang berada sekitar kompleks gereja untuk tetap bersekolah pada Senin. “Sekolah itu masa depan negeri, jadi anak-anak harus belajar. [Aparat keamanan] jangan ganggu area sekolah,” kata Pastor Yance Yogi.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa