Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Hasil pilkada Deiyai digugat di MK

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang perdana sengketa hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua, yang diajukan oleh pasangan calon nomor urut 4, Inarius Douw dan Anakletus Doo.

Sidang yang digelar di Gedung MK Jakarta, Kamis (1/11/2018), diketuai oleh Hakim Konstitusi Anwar Usman dengan anggota Majelis Konstitusi I Dewa Gede Palguna dan Wahiduddin Adams.

Hasil pilkada Deiyai digugat di MK 1 i Papua

Pasangan Inarius-Anakletus, melalui kuasa hukumnya, M Salman Darwis, menyampaikan keberatan atas hasil pemungutan suara ulang (PSU) Pilbup Kabupaten Deiyai 2018 yang tertuang dalam Keputusan KPU Kabupaten Deiyai Nomor: 30/HK.03.1-Kpt/9128/KPU-Kab/X/2018 sesuai dengan Putusan MK Nomor: 35/PHP.BUP-XVI/2018.

"Terdapat pelanggaran dan kecurangan yang dilakukan KPU Kabupaten Deiyai (termohon) serta Ateng Edowai dan Hengky Pigai (paslon nomor urut 1)," ujar Salman, di hadapan majelis hakim konstitusi.

Pemohon menduga KPU tidak bersikap independen karena berpihak pada paslon nomor urut 1. Hal ini dikatakan Salman tampak karena pihak KPU diduga memanipulasi hasil kesepakatan masyarakat Kampung Komauto, Distrik Kapiraya yang memberikan suara sebanyak 1.208 suara kepada pemohon.

Selain itu, KPU beserta paslon nomor urut 1 diduga menggunakan kekerasan dan intimidasi kepada masyarakat Kampung Diyai 1, untuk melakukan manipulasi hasil kesepakatan masyarakat Kampung Diyai I, Distrik Tigi Barat, memberikan sebanyak 2.000 suara kepada pemohon.

Loading...
;

"Seandainya pelanggaran dan kecurangan tidak terjadi, perolehan suara pemohon akan menjadi 3.273 suara sebagaimana hasil kesepakatan masyarakat Kampung Komauto, Distrik Kapiraya, dan masyarakat Kampung Diyai I, Distrik Tigi Barat," ujar Salman.

Berdasarkan hasil tersebut, Salman mengatakan pihak pemohon seharusnya ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilbup Kabupaten Deiyai Tahun 2018 dengan akumulasi perolehan suara sebanyak 17.346 ditambah 3.273 menjadi 20.619 suara.

Karena itu, pemohon minta mahkamah untuk membatalkan Keputusan KPU Kabupaten Deiyai Nomor: 30/HK.03.1-Kpt/9128/KPU-Kab/X/2018 tentang Penghitungan Suara dari Setiap Distrik di Tingkat Kabupaten dalam Pilbup Kabupaten Deiyai, mendiskualifikasi paslon nomor urut 1 karena melakukan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif.

Selain itu, pemohon juga minta mahkamah untuk menetapkan perolehan suara hasil Pilkada Kabupaten Deiyai Tahun 2018 yang benar menurut pemohon, yaitu Ateng Edowai dan Hengky Pigai (paslon nomor urut 1) memperoleh 17.605 suara, Keni Ikamou dan Abraham Tekege (Paslon Nomor Urut 2) memperoleh 7.548 suara, Dance Takimai dan Robert Dawapa (paslon nomor urut 3) memeroleh 15.226 suara, dan pemohon memperoleh 20.619 suara. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top