Follow our news chanel

Previous
Next

Hasil rapid test negatif korona, bayi PDP di Nabire semakin sehat

Papua, Karantina Covid-19
Ilustrasi, karantina Covid-19 – Jubi/LeonArt
Hasil rapid test negatif korona, bayi PDP di Nabire semakin sehat 1 i Papua
Ilustrasi, karantina COVID-19 – Jubi/LeonArt

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Nabire, Jubi – Kondisi bayi tiga tahun berstatus Pasien Dalam Pengawasan atau PDP di Nabire semakin sehat. Bayi yang dirawat di RSUD Nabire karena memiliki gejala demam dan batuk itu telah menjalani rapid test Covid-19 dua kali, dan mendapatkan hasil tes negatif korona.

“Untuk PDP, sudah melalui pemeriksaan rapid test. Tanggal 6 [April] itu  pemeriksaan pertama. Hari [Senin] ini kita lakukan yang kedua. Posisinya sudah aman, hasil [kedua rapid test itu] negatif. Kami [juga] sudah periksa bapaknya, mamanya, dan kakaknya. Dan [semua] hasilnya negatif,” kata juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Nabire, Frans Sayori saat dihubungi Jubi melalui panggilan telepon, Senin (13/4/2019).

Akan tetapi, karena masa perawatannya itu belum genap 14 hari, bayi itu belum bisa dipulangkan. “Sekalipun dari pemantauan hari per hari sudah ada perbaikan dan semakin sehat, karena [masa perawatan] belum mencukupi 14 hari, jadi belum kita kasih keluar surat keterangan sehatnya. Hari ini masih hari ke-9, berarti masih ada lima hari lagi,” ujar Sayori.

ODP Nabire menjadi 29 orang

Setelah beberapa minggu bertahan di kisaran satu digit, jumlah Orang dalam Pemantauan (ODP) di Nabire pada Selasa (14/4/2020) bertambah menjadi 29 orang. “Data ODP dan PDP Nabire ini berdasarkan pemantauan dan hasil pemeriksaan. Jadi, bisa tiba-tiba bertambah drastis atau bisa tetap juga. Semua berdasarkan pemantauan harian bersama tim, dokter mengecek pantauan yang dilakukan puskesmas, rumah sakit, bahkan klinik swasta,” ujar Sayori.

Saat dikonfirmasi apakah penambahan ODP itu telah menghitung 16 orang warga Nabire yang menjadi peserta Ijtima Ulama di Gowa Sulawesi Selatan, Sayori hanya menjawab bahwa pertambahan jumlah itu sesuai hasil pemantauan hingga Selasa. “[Data itu semua yang masuk pemantauan hari ini dan sesuai definisi operasional,” kata Sayori.

Loading...
;

Menurutnya, pada Senin Satgas Covid-19 Nabire telah melakukan rapid test kepada 26 orang, “Dan hasilnya masih negatif. Namun saya tetap berpedoman menunggu hari ke empat belas”. Sejumlah 26 orang yang mendapat rapid test itu adalah ODP, PDP dan kontak,” ujar Sayori.

Ia menyatakan di Papua  terdapat beberapa klaster penularan yaitu klaster Lembang, klaster Bogor, dan Gowa-Makassar. “Jadi di situ fokus kita, karena itulah sumber penularannya. Di Nabire kita juga lakukan pendataan tersebut, bahkan melalui rapid test yang menjadi dasar kita untuk bertindak selanjutnya.”

Kendalikan pergerakan orang

Sayori meminta para pimpinan daerah tetap memperhatikan penutupan akses pergerakan orang di Papua. “Juga lebih ketat melihat pergerakan orang yang masuk-keluar daerah. Dengan itu kita bisa cepat mengambil tindakan terutama menentukan peningkatan kasus ini,” katanya.

Terkait adanya orang asli Papua yang positif terinfeksi virus korona, Sayori menyatakan temuan itu menunjukkan terjadinya penularan lokal di Papua. “Kita harus cepat antisipasi, karena jika sudah terjadi kita di Papua ini akan habis. Garda terdepan ini ya paramedis yang akan kewalahan, karena jumlah kita sedikit, fasilitas minim. Kita di Papua akan keok. Kita tidak mampu. Kita semua yang ada di Tanah Papua ini akan jadi korban. Satu-satunya jalan adalah patuhi arahan pemerintah, sambil bersama-sama menjaga imunitas kita,” tegas Sayori.

Secara terpisah, Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa pada Minggu (12/4/2020) mengatakan Pemerintah Kabupaten Dogiyai bakal menambah tiga posko percepatan penanggulangan pandemi Covid-19. Posko itu akan memantau pergerakan orang yang melintasi wilayah Dogiyai.

Posko di Bomomani, Distrik Mapia, akan membatasi dan memeriksa kendaraan serta orang yang keluar-masuk dari Intan Jaya, Paniai, Deiyai, dan Nabire. Posko Unito untuk membatasi dan memeriksa kendaraan serta orang yang keluar-masuk dari Timika. Dan Posko Wigoumakida yang bertugas membatasi dan memeriksa kendaraan serta orang dari Kaimana.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top