TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Heli bubarkan demonstrasi di Kendari, ini kata Kapolri

Unjuk rasa Papua
Foto ilustrasi. - pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Idham Azis mengaku ingin menempeleng pilot helikopter yang terbang rendah untuk membubarkan demonstrasi mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (26/9/2020) pekan lalu. Meski keinginan tersebut tidak mungkin dilakukannya karena sanksi fisik sudah tidak diizinkan lagi terjadi di Polri saat ini.

“Cuma sekarang tak boleh main tempeleng-tempeleng, jadi diperiksa Propam aja. Kalau masih boleh, saya tempeleng itu,” kata Idham dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Kapolri yang berlangsung secara virtual, Rabu (30/9/2020).

Baca juga : Kapolri dan Panglima TNI menjamin Tanah Papua kondusif  

Kapolri, Panglima TNI dan sejumlah Menteri dijadwalkan ke Wamena 

Dinilai memihak Freeport, Kapolri diminta evaluasi kinerja Kapolres Mimika

Idham menyebut tindakan yang dilakukan oleh pilot helikopter tidak ada di dalam standar operasional prosedur (SOP) Polri untuk membubarkan aksi demonstrasi. Sedangkan pilot helikopter tersebut sudah diperiksa oleh Tim Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra. Menurut Idham, tindakan menerbangkan rendah helikopter untuk membubarkan demonstrasi mahasiswa di Kendari itu merupakan insiatif pilot sendiri.

“Ngarang-ngarang saja itu tidak ada SOP di udara itu, yang di Kendari itu. Sudah saya tindak, itu pilotnya ngarang-ngarang itu,” ujar Idham menjelaskan.

Tercatat. demonstrasi digelar mahasiswa di Kendari mengenang tewasnya Immawan Randi dan Yusuf Kardawi, yang tewas di tangan polisi Sabtu (26/9/2020) lalu, diwarnai dengan upaya menghalau dengan helikopter terbang rendah.

Hal itu membuat Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sultra telah memeriksa pilot dan kru helikopter. Polda juga menyatakan Kapolda Sultra Irjen Yan Sultra Indrajaya tidak pernah memerintahkan pilot untuk terbang rendah membubarkan massa.

“Tidak ada perintah dari Kapolda, saat ini yang bersangkutan (Pilot) sedang diklarifikasi oleh Propam,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Ferry Walintukan melalui pesan singkat, Senin (28/9/2020). (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us