Hentikan konflik, pemerintah mesti serius selesaikan masalah Papua

Papua
Ilustrasi sebagian warga Intan Jaya ketika berada di rumah bina sebagai tempat pengungsian. - Yosbun untuk Jubi

Papua No.1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pegiat Hak Asasi Manusia atau HAM di Papua, Theo Hesegem mengatakan pemerintah mesti serius menyelesaikan masalah Papua, agar konflik di sana tidak terus terjadi.

Menurutnya, belakangan ini konflik bersenjata antara aparat keamanan dan pejuang kemerdekaan Papua kian meruncing di beberapa daerah. Di antaranya Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak.

Akan tetapi kata Hesegem,  seakan tidak ada upaya pemerintah menghentikan konflik yang berdampak terhadap warga sipil itu.

“Kalau saya, perlu ada penanganan serius oleh pemerintah pusat. Pemerintah pusat jangan seakan lepas tanggung jawab dan menyerahkan semuanya kepada para pihak di Provinsi Papua. Itu keliru,” kata Theo Hesegem melalui sambungan teleponnya kepada Jubi, Senin (22/2/2021).

Hesegem mengatakan, bicara konflik di Papua mesti secara menyeluruh. Tidak hanya pada wilayah wilayah tertentu. Sebab situasi yang terjadi di Bumi Cenderawasih kini dilatarbelakangi masalah ideologi.

“Bukan masalah makan dan minum. Masalah ideologi itu akan terus ada sampai kapan pun. Semua pihak wajib turun tangan mengakhiri kekerasan di Papua. Polda, Kodam, Pemprov Papua, DPR Papua, Majelis Rakyat Papua, hanya bicara saja itu tidak cukup,”ujarnya.

Katanya, kebijakan penambahan pasukan ke Papua melakukan pengamanan di daerah konflik, juga bukan solusi yang tepat. Sebaliknya, dapat menimbulkan masalah baru dan memperuncing keadaan.

Loading...
;

“Proses penyelesaian menurut saya, setidaknya lewat dialog dengan difasilitasi pihak ketiga yang netral,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin juga meminta pemerintah pusat, pemerintah daerah, Panglima TNI, dan Kapolri menentukan sikap dan mengambil langkah mengatasi konflik bersenjata di Papua.

Ia mengatakan pemerintah mesti membuka ruang dialog bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat, terutama di Intan Jaya. Langkah itu sebagai upaya menciptakan rekonsiliasi dan perundingan damai yang dapat menghentikan konflik di sana.

“Sikap pemerintah sangat penting karena keberadaan kelompok bersenjata sudah mengancam keamanan hidup masyarakat Papua,” kata Azis Syamsuddin belum lama ini.

Ia khawatir, jika konflik yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok bersenjata tidak kunjung usai, akan menyebabkan bertambahnya korban. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top