Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Hindari Corona, fasilitas rehabilitasi orangutan ditutup sementara

Ilustrasi hewan dilindungi jenis orangutan di alam bebas, pixabay.com

 

Hindari Corona, fasilitas rehabilitasi orangutan ditutup sementara 1 i Papua
Ilustrasi hewan dilindungi jenis orangutan di alam bebas, pixabay.com

“Untuk mencegah penularan bukan hanya antar manusia, tapi juga dari manusia ke orangutan,”

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hindari Corona, fasilitas rehabilitasi orangutan ditutup sementara 2 i Papua

Balikpapan, Jubi– Yayasan Penyelamatan Orangutan Kalimantan Borneo Orangutan Survival Foundation menutup sementara sejumlah fasilitas rehabilitasi orangutan di Kalimantan guna mencegah penularan virus corona tipe baru penyebab Covid-19.

“Untuk mencegah penularan bukan hanya antar manusia, tapi juga dari manusia ke orangutan,” kata Chief Executive Officer (CEO) BOSF, Jamartin Sihite, Selasa, (17/3/2020) kemarin.

Baca juga : Ratusan orangutan di pusat rehabilitasi terancam kabut asap

Anak orangutan ditemukan mati di bukit Lawang

Loading...
;

Film “home” mengisahkan orangutan

Jamartin menyebutkan BOSF tidak menerima pengunjung di Samboja Lestari yang menjadi situs rehabilitasi yang saat ini menampung 121 orangutan berbagai usia, berjarak 50 kilometer utara Balikpapan. Selain itu juga menutup Hutan Kehje Sewen tempat pelepasliaran orangutan dalam sembilan tahun terakhir, berada 600 kilometer utara barat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Begitu pula di Nyaru Menteng yang berlokasi dekat Kota Palangkaraya dan Hutan Lindung Bukit Batikap yang merupakan hutan pelepasliaran di Taman Nasional Bukit Baka, Kabupaten Barito Utara,” kata Jamartin menambahkan.

Menurut Jamartin penutupan juga berlaku di Pusat Informasi di Nyaru Menteng, juga Samboja Lodge di Samboja. “Bahkan kantor pusat kami di Bogor juga tutup. Karyawan di kantor Bogor bekerja dari rumah saja,” kata Jamartin menjelaskan.

Selian itu banyak perjalanan karyawan, seperti yang biasa dilakukan Sihite dari Bogor ke Samboja atau ke Palangkaraya ditunda atau dibatalkan. Sedangkan karyawan yang pekerjaannya bertemu dan berinteraksi dengan orangutan, harus menjalani cek suhu tubuh dua kali sehari, mencuci tangan sesering mungkin, selalu menggunakan masker muka, dan mengenakan sarung tangan.

“Semua barang sekali pakai akan dibakar setelah hari kerja usai,” katanya.

Sejak dua pekan terakhir, seluruh karyawan juga mendapatkan asupan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ia juga menjelaskan, penutupan ini berlangsung setidaknya selama sebulan, dan setelah itu akan dievaluasi lagi. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top