HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Hong Kong kembali diguncang unjuk rasa terbesar

Churchill
Ilustrasi demonstrasi, pixabay.com
Hong Kong kembali diguncang unjuk rasa terbesar 1 i Papua
Ilustrasi demonstrasi Hong Kong, pixabay.com

Kembali digelar pada Minggu, (8/12/2019) sejak pemilihan-pemilihan lokal bulan lalu dan mendorong gerakan pro-demokrasi untuk mengekang kendali oleh China.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi – Hong Kong kembali diguncang unjuk rasa terbesar oleh para demonstran yang berpakaian hitam yang menggelar aksi unjuk rasa anti-pemerintah. Aksi di Hong Kong itu kembali digelar pada Minggu, (8/12/2019) sejak pemilihan-pemilihan lokal bulan lalu dan mendorong gerakan pro-demokrasi untuk mengekang kendali oleh China.

Untuk pertama kali sejak Agustus Front Hak Asasi Sipil  penyelenggara aksi-aksi yang diikuti sejuta orang awal tahun ini telah menerima izin dari pihak berwenang untuk mengadakan unjuk rasa. Aksi tersebut telah melumpuhkan pusat keuangan Asia tersebut. Demonstran diperkirakan mencapai 800 ribu orang turun ke jalan-jalan sementara polisi mengatakan jumlah merea 183 ribu.

Berita terkait : China ingatkan pembalasan AS atas UU mendukung pemrotes Hong Kong

Ini kondisi terkini Pemilihan anggota dewan Hong Kong

Demonstran Hong Kong terkepung di kampus

Loading...
;

Para demonstran yang terdiri atas mahasiswa, kelompok profesional dan kaum lanjut usia meneriakkan “Perjuangan bagi kebebasan! Berdiri bersama Hong Kong!”. Mereka bergerak dari Victoria Park, yang merupakan distrik perbelanjaan yang sibuk, hingga ke kawasan finansial.

Sejumlah pemprotes membuat grafiti ant-Beijing di sebuah gedung Bank of China, ketika hari mulai gelap. Polisi yang siaga menahan diri meski para pemerotes meneriakkan “anjing” dan “kecoa.”

Hong Kong merupakan bekas koloni Inggris dengan jumlah penduduk 7,4 juta jiwa. Daerah itu beralih di bawah kekuasaan China tahun 1997 dan diperintah berdasarkan prinsip “satu Negara, Dua Sistem” yang menjamin kebebasan yang tidak diizinkan di daratan China, tetapi banyak yang takut Beijing memperketat cengkeramannya.

China menyalahkan aksi-aksi unjuk rasa yang sudah berlangsung enam bulan karena campur tangan pemerintah-pemerintah asing termasuk Amerika Serikat dan Inggris. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top