Hotel di Pekanbaru perang tarif

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pekanbaru, Jubi  – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Provinsi Riau mengungkapkan ada perang tarif hotel di Kota Pekanbaru akibat jumlah kamar terus bertambah. Perang tarif dilakukan oleh para pengelola hotel untuk menjaga keberlangsungan hidup usaha.

“Agar tetap berjalan dan kamar hotelnya terisi,” kata , kata Ketua PHRI Riau, Nofrizal, Jumat, (7/12/2018).

Menurut dia harga kamar hotel di Riau saat ini sudah termasuk rendah. Padahal harga kebutuhan pokok, upah kerja, dan biaya operasional terus naik. “Sementara harga tarif kamar hotel tetap dan malah cenderung menurun,” kata Nofrizal menambahkan.

Ia menjelaskan perang tarif itu sudah merugikan dari segi bisnis karena hotel bertambah terus, hal itu tak dapat dibendung meski sebagian hotel besar tetap berjalan dan okupansi tetap tinggi. Munculnya perang tarif itu membuat PHRI akan melakukan penyetaraan tarif hotel di Pekanbaru yang  jumlahnya lebih dari 200 unit.

"Masa harga hotel Rp 150 ribu? Mana bisa hidup? Harga harus seimbang dengan pengeluaran. Malah bintang 3 dan 2 di bawah Rp 300 ribu, itu pihak hotel banyak menurunkan tarif sehingga fasilitas dan mutu pelayanan juga turun," kata Nofrizal menjelaskan.

Ia tidak bisa mengungkapkan tingkat okupansi hotel di Pekanbaru, karena itu tergantung pada hotel masing-masing. Meski begitui ia menyebutkan ada hotel berbintang yang okupansinya tetap tinggi dan ada juga yang rendah sehingga tak bisa disamaratakan.

Loading...
;

"Tidak bisa kita buat rata-rata. Nanti salah persepsi. Okupansi itu hanya bisa dilihat dari masing-masing hotel," katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top